Bahkan, kata dosen di kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini, untuk hari Jumat lalu saja mata uang Rupiah menguat di kisaran level Rp 15.350 per US Dolar.
Dalam sepekan terakhir, Gunawan mengatakan mata uang Indonesia, Rupiah, justru menguat sebanyak 200 poin, dan hal itu sudah pasti akan menekan pendapatan para eksportir.
Termasuk, kata dia, menekan pendapatan para eksportir berbagai produk turunan kelapa sawit yang ada di berbagai sentra perkebunan di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Di samping faktor penguatan mata uang Rupiah dan Ringgit terhadap US Dollar, Gunawan menyampaikan bahwa faktor lain yang memicu pelemahan harga CPO belakangan ini lebih dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang melemah.
Nah, kalau sudah begini kondisinya, jadi paham kan kalau situasi di atas bakal menjadi kabar buruk bagi para petani sawit saat hendak menjual TBS mereka ke pabrik kelapa sawit (PKS)?
Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Senin (9/9/2024):
Belawan: Rp 13.058 (sebelumnya tak ada kabar)
Kuala Tanjung: Tidak ada kabar (sebelumnya Rp 13.100 - MM)
Dumai : Rp 13.058 - AGM (sebelumnya Rp 13.100, turun Rp 42)
Talang Duku (fob) : Tak ada kabar (sebelumnya Rp 12.900 - MM)
Sawit Sebrang (Loco) : Rp 12.933 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 6.500 - BTI (sebelumnya tak ada kabar)
Sawit Hulu (Loco) : Rp 12.921 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 6.500 - BTI (sebelumnya tak ada kabar)
Kwala Sawit (Loco) : Rp 12.849 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 6.500 - BTI (sebelumnya tak ada kabar)
Pagar Merbau (Loco) : Rp 12.977 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 6.500 - BTI (sebelumnya tak ada kabar)
Melorot Lagi Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 9-9-2024
Diskusi pembaca untuk berita ini