Komoditi itu kata Joko yang perlu didorong secara sungguh-sungguh sebab memiliki peran penting menghadapi jika terjadi resesi. "Lewat gelaran ini kita ingin mempercepat serta mendorong agar komoditas itu, terutama kelapa sawit berjalan lancar," bebernya.

Sedangkan, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menjelaskan, distribusi kelapa sawit sangat besar dan sangat signifikan, sehingga gelaran IPOC 2022 kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi wadah diskusi dengan dunia.

"Ini kesempatan yang bagus untuk mendiskusikan agar suplay chain-nya terjaga dengan baik," terangnya.

Menurutnya saat ini kehidupan masyarakat tidak lagi lepas dari kelapa sawit. Lantaran saat ini sudah banyak produk turunan yang dihasilkan oleh kelapa sawit. Mulai dari makanan hingga kosmetik.

"Malah saat ini juga sudah merambah ke bahan bakar seperti B30 dan akan menyusul B4O," ujarnya. 

Bukan hanya itu, kelapa sawit juga sudah menjadi bahan baku pembuatan fyber seperti bio plastik dan kebutuhan kehidupan lain.

"Intinya adalah kelapa sawit ini hilirisasi-nya sudah luar biasa. Dari 10 tahun kita sudah meningkat 3 kali. Dimana awalnya 52 produk saat ini sudah 168 jenis produk kelapa sawit," tuturnya.

"Maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendiskusikan kepada dunia bahwa kelapa sawit sangat fundamental untuk kehidupan kita," imbuhnya.

Untuk diketahui, acara Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2022 ini digelar di The Westin Resort Nusa Dua Bali yang dihadiri sekitar 1.500 orang dari 35 negara.