Jika kemudian Risa akhirnya bisa kuliah ‘beasiswa sawit’, itu lantaran Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) tersentuh membaca kisahnya dalam tulisan berjudul “Si Gadis Cantik Pemanen Sawit” yang tayang di elaeis.co pada 21 September 2022 lalu.
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung bergegas menyuruh anak buahnya mencari tahu tentang Risa dan kemudian menemukan alamat rumah perempuan itu.
Doktor ilmu lingkungan Universitas Riau ini juga langsung menelpon Direktur Politeknik Kampar (Polkam), Nina Veronika, ST., M.Sc, mana tahu berkenan menerima Risa kuliah ‘beasiswa’ di sana. Kebetulan Polkam sendiri adalah satu dari tujuh kampus mitra BPDPKS.
Alhamdulillah, Nina langsung welcome menjemput keinginan Gulat itu. Risa diterima menjadi mahasiswa program Diploma IV Administrasi Bisnis Kelapa Sawit Internasional.
“Kita sepakat bekerjasama kekhususan antara Apkasindo dan Polkam. Uang bulanan dan uang kuliah ditanggung Apkasindo. Asrama dan uang pembangunan dari Polkam,”Gulat merinci poin kesepakatan itu.
Risa sendiri langsung tertegun mendengar kabar indah itu, kabar yang sama sekali enggak pernah berseliweran di benaknya. Sebab meski punya cita-cita tinggi, Risa tahu diri. Bahwa oleh keadaanlah yang membuat dia sampai mahir menjadi tukang dodos.
Oleh keadaan pula yang membuat dia membunuh rasa takut agar bisa sendirian mengemudikan pompong Abahnya untuk menjual hasil panen sawit kepada pengepul.
“Dari kelas 1 SMP saya sudah jadi pemanen sawit di kebun kami dan mengemudikan Pompong saat akan menjual hasil panen itu. Waktu itu Abah mendadak sakit. Badan Abah tiba-tiba berasa berat. Sudah kami bawa berobat kemana-mana enggak sembuh,” kenang Risa.
Mata perempuan ini langsung memandang jauh, tak terasa bulir bening menggelayut dan menggelinding dari kelopak matanya.
Singkat cerita, dua hari lalu, dia memeluk Abahnya Masran 64 tahun dan emaknya Suyati 58 tahun erat-erat. Meski teramat berat, sementara dia harus meninggalkan dua insan paling berharga dalam hidupnya itu. “Alhamdulillah, Abah dan Mak merestui saya untuk kuliah,”katanya.
Risa; Dan Nahkoda Pompong Sawit Ini Pun Menjemput Mimpi
Diskusi pembaca untuk berita ini