Komunitas 

APKASINDO Diminta Jadi Solusi, Jangan Cuma Mengoreksi

  • Reporter Bayu
  • 05 Januari 2022
APKASINDO Diminta Jadi Solusi, Jangan Cuma Mengoreksi
Lonjakan harga pupuk dikeluhkan petani. APKASINDO diminta melakukan terobosan untuk mengatasi persoalan itu. Foto: Mreza Uyu

Jakarta, elaeis.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dinilai melakukan kinerja yang sangat baik pada tahun 2021. Hal ini dilihat dari berbagai capaian serta upaya dan inovasinya dalam membantu para petani sawit di seluruh Indonesia. 

"Ayo kita bersyukur atas kinerja APKASINDO selam tahun 2021 ini, di mata saya cumlaude," kata Dewan Pakar APKASINDO, Wayan Supadno, dalam kegiatan daring yang digelar DPP APKASINDO belum lama ini. 

Meskipun dinilai melakukan kinerja sangat baik, namun Wayan menyebutkan bahwa APKASINDO masih memiliki banyak tugas untuk membantu masalah yang dihadapi petani saat ini. 

"Besar harapan saya, APKASINDO bisa menjadi salah satu asosiasi yang menjadi suri tauladan di dalam mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat Indonesia," ujar Wayan. 

Wayan juga mengingatkan APKASINDO untuk mencari berbagai solusi serta inovasi untuk mengatasi masalah-masalah petani saat ini. 

"Artinya, ayo kita sama-sama bersinergi untuk mencari solusi, bukan mengoreksi sana-sini. Salah satu diantaranya adalah menatap masa depan dengan optimisme dan inovasi. Optimisme tanpa mental yang baik, maka kita tidak akan pernah menang dalam persaingan. Begitu juga tanpa inovasi, tidak akan pernah kita dapat kemenangan," sebut Wayan. 

Salah satu masalah yang dihadapi petani saat ini adalah tingginya harga pupuk kimia. Oleh karena itu, APKASINDO sebagai asosiasi petani sawit terbesar di Indonesia harus bisa memberikan solusi yang jitu untuk mengatasinya. 

"Menghadapi pupuk kimia yang makin mahal, solusinya adalah kita harus mencari alternatif dengan cara kreasi inovasi. Salah satunya mungkin bisa integrasi dengan cara ternak sapi," ujarnya. 

Selain itu, kata Wayan, petani juga bisa memanfaatkan limbah dari pabrik kelapa sawit (PKS). Karena menurutnya limbah bisa dimanfaatkan untuk menggantikan unsur-unsur yang ada dalam pupuk kimia.

"Karena semua organik, di PKS tidak ada setetes pun bahan kimia. Kalau bahan organik pH-nya sudah netral, maka akan menambah nitrogen, fosfat kalium, mengganti urea dan TSP maupun KCL," tambah Wayan. 


 

Editor: Rizal