Dewandaru 

Azas dan Motivasi Bisnis

  • Reporter Aziz
  • 11 Agustus 2021
Azas dan Motivasi Bisnis
Wayan Supadno di antara bibit duriannya. foto: dok. pribadi

Bisnis berazaskan menambah nilai laba dan menambah nilai manfaatnya. Baik bagi yang bersangkutan maupun bagi mitra usaha serta masyarakat sekitarnya.

Jika tanpa memenuhi 2 azas tersebut, maka akan punah bisnisnya. Tidak berkelanjutan.

Motivasi pelaku bisnis sesungguhnya agar hidupnya makin luas manfaatnya bagi sesama manusia.

Makin besar bisnis seseorang hendaknya makin besar pula manfaat seseorang itu bagi sesamanya.

Pada hakikatnya, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa makin memberi manfaat bagi sesama dan lingkungannya.

Contoh:

1. Tambah laba tapi tidak bermanfaat. Jual beli narkoba. Merusak anak pemilik masa depan bangsa. Pasti akan berhenti dan jadi masalah serius. Itu bukan bisnis.

2. Tambah manfaat tapi tanpa laba. Menghambur-hamburkan aset seolah bisnis tapi merugi terus. Lebih baik diberikan anak yatim piatu yang belum bisa produktif.

3. Seorang pebisnis, 12 tahun lalu hanya 2 karyawannya. Saat ini 300 KK karyawannya; setara 1.000 orang terhidupi karenanya. 

Dampak lain, banyak supplier mitra usaha, distributor produknya, toko, warung dan kos-kosan rumah sewa. Yang berdiri di sekitarnya. 

Makin besar daya manfaat hidupnya akibat bisnisnya makin membesar, makin pesat tambah labanya karena semua aset dikaryakan, termasuk kekayaan alamnya.

4. Jika mengaku pebisnis hanya sebatas agar kaya raya harta saja, mengabaikan azas manfaatnya dengan berbagai cara, tanpa peduli sekitarnya, sesungguhnya itu bukan pebisnis sejati.


 

Editor: Abdul Aziz