Nusantara Lingkungan 

Banjir di Kalsel Bukan Karena Monokultur Sawit

Banjir di Kalsel Bukan Karena Monokultur Sawit
Ilustrasi sawit/Reuters

Jakarta, Elaeis.co - Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Totok Dewanto membantah jika penyebab banjir besar awal tahun lalu di daerahnya karena keberadaan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas di sana. 

"Banjir besar waktu itu kan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di sana tidak luas perkebunan sawit. Di Kalsel, perkebunan sawit paling luas itu di Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Hampir 80 persen sawit di Kalsel ada di sana," kata Totok dalam wabinar yang ditengok Elaeis.co, Selasa (14/9).

Totok berujar, kendati pihaknya berbudidaya besar sawit di Kalsel, aspek lingkungan tetap diterapkan sesuai dengan yang ditetapkan oleh lembaga ISPO dan RSPO.

"Kalau kita melakukan kegiatan tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, ISPO dan RSPO tidak akan mengeluarkan sertifikat," kata mantan Ketua GAPKI Kalsel ini.

"Walau tidak seluruhnya, setahu saya di Kalsel, sebagian besar perusahaan sudah memegang sertifikat ISPO. Artinya tidak ada masalah dengan aspek lingkungan dong," Totok menambahkan.

Menurutnya, penyebab banjir besar di Kalsel waktu itu karena tingginya curah hujan, bukan karena monokultur sawit. "Pak Presiden waktu itu kan juga bilang kayak gitu. Kalau karena sawit, setiap tahun mestinya banjir dong. Ini kan tidak," ujarnya.

Editor: sahril ramadana