Sumatera 

Belum Semua Perusahaan Laporkan Penjualan CPO dan Inti Sawit

Belum Semua Perusahaan Laporkan Penjualan CPO dan Inti Sawit
Ilustrasi CPO (Foto: KONTAN/Muradi)

Palembang, Elaeis.co - Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengikuti rapat penetapan harga TBS di Dinas Perkebunan Sumatera Selatan (Sumsel), belum menyetor data penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan palm kernel atau inti sawit sepanjang periode 1-15 Oktober lalu. Ada perusahaan yang hanya melaporkan hasil penjualan CPO, namun minus inti sawit. Begitu juga sebaliknya.

Rapat tersebut diikuti 13 perusahaan perkebunan. Yakni PTPN VII, PT Hindoli, PT Mitra Ogan, PT London Sumatera (Lonsum), PT Tania Selatan, PT Musi Banyuasin Indah, PT Buluh Cawang Plantation, PT Aek Tarum, PT Sampoerna Agro, PT Mutiara Bunda Jaya, PT Minanga Ongan, PT Tunas Baru Lampung, dan PT Djuanda Sawit Lestari.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, volume penjualan CPO sepanjang periode 1 sampai 15 Oktober 2021 mencapai 23.627.081 kg. Sementara penjualan palm kernel atau inti sawit mencapai 4.924.354 kg,” kata Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Hj Entin Fatimah MSi, dalam keterangan resmi yang diterima Elaeis.co, Selasa (19/10/2021) sore.

Setelah melalui proses diskualifikasi, katanya, jumlah penjualan CPO menyusut menjadi 22.877.081 kg. “Sementara penjualan inti sawit jumlahnya tidak berubah setelah menjalani proses diskualifikasi,” jelasnya.

Perusahaan yang tidak melaporkan penjualan CPO dan inti sawit itu masing-masing PTPN VII, PT Mitra Ogan, Lonsum, dan PT Minanga Ongan.

PT Hindoli melaporkan penjualan CPO mencapai 9.000.000 kg dengan nilai penjualan Rp 118.951.470.000 (harga Rp 13.216,83/kg). Namun tidak ada laporan penjualan inti sawit dari perusahaan tersebut.

PT Sampoerna Agro tidak melaporkan penjualan CPO, hanya menyodorkan data penjualan inti sawit sebanyak 675.000 kg dengan nilai Rp 4.807.498.500 (harga Rp 7.122,22/kg).

PT Tania Selatan menyodorkan data penjualan CPO mencapai 1.967.121 kg dengan total nilai Rp 25.702.402.986 (harga Rp 13.066/kg). Sementara penjualan inti sawit mencapai 526,054 dengan nilai Rp 3.897.008.032 (harga Rp 7.408/kg).

Penjualan CPO PT Musi Banyuasin Indah mencapai 2.320.254 kg dengan nilai Rp 30.151.700.730 (harga Rp 12.995/kg). Sedangkan penjualan inti sawit 584.258 kg dengan nilai Rp 4.311.239.782 (harga Rp 7.379/kg).

Penjualan CPO PT Buluh Cawang Plantation 1.604.856 kg dengan nilai Rp 20.952.999.936 (harga Rp 13.056/kg). Sedangkan penjualan inti sawit 502.382 kg senilai Rp 3.724.660.148 (harga Rp 7.414/kg).

Penjualan CPO PT Aek Tarum dilaporkan hanya 750.000 kg dan inti sawit 500.000 kg. Nilai penjualannya masing-masing Rp 9.510.502.500 (harga Rp12.680,67/kg) dan Rp 3.535.000.000 (harga Rp 7.070/kg).

Penjualan CPO PT Mutiara Bunda Jaya sebanyak 1.500.000 kg dan inti sawit 625.000 kg. Nilai penjualannya masing-masing Rp 19.185.750.000 (harga Rp 12.790,50/kg) dan Rp 4.439.900.000 (harga Rp 7.103,84/kg).

Penjualan CPO PT Tunas Baru Lampung 3.984.850 kg dan inti sawit 711.660 kg. Nilai penjualannya masing-masing Rp 52.002.292.500 (harga Rp 13.050/kg) dan Rp 5.127.510.300 (harga Rp 7.205/kg).

Penjualan CPO PT Djuanda Sawit Lestari 2.500.000 kg dan inti sawit 800.000 kg. Nilai penjualannya masing-masing Rp 31.887.500.000 (harga Rp 12.755/kg) dan Rp 5.652.800.000 (harga Rp 7.066/kg).

“Hanya tujuh perusahaan yang melaporkan data lengkap penjualan CPO dan inti sawit,” katanya. 


 

Editor: Rizal