Serba-Serbi 

Buah Lokal Terancam Punah Akibat Alih Fungsi Lahan

Buah Lokal Terancam Punah Akibat Alih Fungsi Lahan
Buah Idur, salah satu jenis buah lokal khas Kalimantan. Foto: IST/InfoPBUN

Jakarta, Elaeis.co - Alih fungsi hutan membuat buah-buahan lokal khas hutan Kalimantan terancam punah. Perlu ada upaya pelestarian dari semua pihak karena buah-buahan tidak hanya bisa bermanfaat bagi manusia, tapi juga sebagai makanan utama satwa liar.

Akibat habisnya buah di hutan, tak jarang satwa liar masuk ke pemukiman penduduk.

Tokoh masyarakat Mendawai, Amir Husin mengatakan, dahulu terdapat puluhan jenis buah hutan yang cukup mudah dijumpai di wilayah Kotawaringin Barat. Dirinya khawatir apabila kepunahan buah dibiarkan, maka generasi yang akan datang tidak bisa menikmati lagi kekayaan hutan Kalimantan.

"Buah hutan jangan sampai punah. Sekarang ini karena semakin banyak kebun sawit, dikhawatirkan buah itu punah dan berkurang. Jadi binatang-binatang seperti monyet sering masuk ke kampung karena buah hutan tidak ada" kata Amir Husin dikutip InfoPBUN.

Menurutnya, ada beberapa jenis buah hutan khas yang ada di hutan Kotawaringin Barat. Mulai dari Idur, Linang, Piais, Beranang, Marinjahan, Tengkawang, Pelasit, Petiti, Liman, Ketapi, Kapul, Dohat, Satar dan sebagainya.

Melalui program hutan kemasyarakatan (HKM), pihaknya berencana melestarikan beragam jenis buah-buahan tersebut di wilayah Danau Seluluk, Kecamatan Arut Selatan.

Untuk itu dia berharap pemerintah daerah bisa membantu bibit buah lokal untuk menghijaukan kembali hutan Kotawaringin Barat.

"Saya harap ke pemerintah daerah bisa menyediakan bibit buah-buahan hutan. Jadi kami bisa menanamnya," tukasnya.


 

Editor: Rizal