Dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 12 peserta yang berhasil terpilih sebagai Young Elaeis Ambassadors Batch 2. Para peserta tersebut kemudian akan menjalankan program kampanye selama enam bulan melalui berbagai platform digital dan media sosial.
CPOPC menekankan bahwa pendekatan komunikasi berbasis komunitas menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda. Para duta muda diharapkan mampu mengemas isu kompleks seperti keberlanjutan, ketahanan pangan, dan inovasi industri sawit menjadi konten yang lebih ringan namun tetap berbasis data dan fakta.
Musdhalifah menambahkan bahwa banyak miskonsepsi terkait sawit muncul akibat informasi yang tidak utuh. Salah satu contoh yang sering ditemukan adalah persepsi negatif tentang dampak lingkungan, yang menurutnya perlu diluruskan melalui edukasi berbasis pengalaman langsung.
“Ketika mereka melihat langsung proses produksi dan memahami manfaatnya, perspektif mereka berubah. Ini penting untuk mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini terjadi,” ujarnya.
Selain isu lingkungan, program ini juga mengangkat tema kesehatan dan gizi, pemanfaatan produk turunan sawit, serta kontribusi industri terhadap ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan. CPOPC menilai bahwa aspek-aspek tersebut selama ini kurang mendapat perhatian dalam ruang publik global.
Menurut Antonius, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menyediakan data ilmiah, tetapi juga mengemas informasi agar relevan dengan gaya komunikasi generasi digital. Ia menilai pendekatan lama yang terlalu akademis tidak lagi efektif menjangkau publik luas.
“Dulu kita menjawab isu dengan artikel panjang dan data teknis. Itu tetap penting, tetapi sekarang cara penyampaian harus lebih sederhana dan visual agar mudah dipahami,” katanya.
Program YEA juga menjadi sarana diplomasi informal antarnegara produsen dan konsumen sawit. Melalui interaksi lintas budaya, CPOPC berharap lahir pemahaman yang lebih seimbang mengenai industri sawit global serta perannya dalam ekonomi dan pembangunan.
Dengan melibatkan influencer muda dari berbagai negara, CPOPC optimistis pesan positif mengenai sawit dapat tersebar lebih luas di ruang digital. Program ini diharapkan menjadi model baru komunikasi industri berbasis generasi muda yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media sosial.
Ke depan, para Young Elaeis Ambassadors akan terus mengampanyekan isu sawit melalui konten digital selama enam bulan, dengan fokus pada edukasi publik dan klarifikasi isu-isu yang berkembang di masyarakat global.
Cara Baru CPOPC Lawan Hoaks Sawit Andalkan Influencer Gen Z Melalui Program Young Elaeis Ambassador
Diskusi pembaca untuk berita ini