Serba-Serbi 

Cerita Wakil Gubernur Riau dan ODGJ saat Joging

  • Reporter Sany
  • 26 September 2021
Cerita Wakil Gubernur Riau dan ODGJ saat Joging
Wagub Riau Edy Natar Nasution saat joging

Pekanbaru, Elaeis.co - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution bercerita, dia bertemu dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang tidakendapat bantuan pemerintah. Edy mencoba untuk berkomunikasi dengan kedua ODGJ itu.

Salah satu ODGJ ternyata masih bisa diajak berbicara layaknya dengan masyarakat lainnya Sedangkan satu lagi, masih membutuhkan bimbingan.

"Iya (bisa berkomunikasi). Meski apa yang disampaikan kurang jelas, tapi mereka memahami apa yang saya tanyakan. Artinya, ini tidak begitu berat dan hanya butuh perhatian," ujar Edy saat dikonfirmasi Elaeis.co Minggu (26/9).

Akhirnya, pensiunan jenderal bintang satu TNI AD itu menghubungi Kepala Dinas Sosial Pemprov Riau untuk membantu kedua ODGJ itu. Edy meminta anak buahnya itu langsung datang dan menjemput mereka.

ODGJ tersebut yakni Sri Wahyuni alias Butet dan Emawati. Keduanya merupakan warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. 

Edy bertemu kedua wanita itu ketika lari maraton. Mantan Komandan Korem (Danrem) Wirabima itu sudah beberapa kali bertemu dengan dua warga OGDJ itu. Satu di antaranya, ada yang menyapa dan bisa diajak komunikasi.

Edy menyampaikan, pihaknya bertanggung jawab dalam memberikan perhatian pada warga ODGJ. Sebab, anggaran dan tempat yang telah disediakan, yaitu, Rumah Sakit Jiwa.

"Untuk memberikan perhatian pada mereka ini, saya langsung minta Kepala Dinas Sosial Riau dan juga Pihak RSJ untuk menjemput. Alhamdulillah saat ini sudah dirawat," cerita Edy. 

Pensiunan perwira tinggi dengan pangkat terakhir Brigjen TNI itu berharap dan mendoakan agar kedua pasien kembali normal dan bisa berkumpul bersama keluarga mereka. Dia hanya bisa berusaha yang terbaik untuk warganya tersebut.

"Mudah-mudahan dengan mendapat perawatan dan perhatian ini, mereka cepat sembuh kembali dan berkumpul sama keluarga lagi," ucap Edy. 

Perhatian Edy itu mendapat sambutan positif dari pihak keluarga serta warga sekitar. Pasalnya, bantuan seperti ini sudah lama ditunggu-tunggu keluarga yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Efradi keluarga dari ODGJ Sri Wahyuni membeberkan, Sri sudah mengalami gangguan jiwa sudah selama 22 tahun. Selama itu pula Sri belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Efradi mengaku bersyukur mendapat perhatian dari Edy.

"Kami sebelumnya pernah mengusulkan, namun pihak rumah sakit minta persyaratan surat keterangan, yaitu keterangan dari suaminya. Sementara, semenjak Sri mengalami gangguan jiwa suaminya tidak tau dimana. Jadi tidak diterima dirawat di rumah sakit," kata Efradi.

Pengalaman yang sama juga disampaikan pihak keluarga ODGJ Emawati, yaitu Susanti. Dia mengatakan, Emawati mengalami gangguan jiwa sudah berjalan sekitar 17 tahun. Semenjak orang tuanya meninggal dunia, Emawati kehilangan arah hingga akhirnya mengalami gangguan jiwa. Dia juga tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

"Kami juga sangat bersyukur sekali bisa dibantu pak Wakil Gubernur Riau. Semoga selama dirawat di rumah sakit beliau (Emawati) segera pulih dan kembali berkumpul seperti dulunya dengan keluarga," kata Susanti.

Sementara itu, Babinsa Kecamatan Tenayan Raya, Hermanto mengatakan, dua warga ODGJ yang dibantu Edy tersebut, juga mendapat apresiasi dari warga Tenayan Raya. Warga juga sudah sangat kasihan karena tidak ada yang mengurus. 

Tak hanya itu, perekonomian keluarga kedua ODGJ yang juga kurang seberuntung dengan masyarakat lainnya.

"Semua masyarakat sangat bersyukur pak Wagub mebantu warga ODGJ ini. Jika tidak, mereka akan terus berkeliaran tanpa arah setiap hari," kata Hermanto.

 

Editor: Sany Panjaitan