Sumatera 

Didorong Sektor Sawit, Penerimaan Pajak Riau Tembus Rp 16,468 Triliun

  • Reporter Bayu
  • 14 Januari 2022
Didorong Sektor Sawit, Penerimaan Pajak Riau Tembus Rp 16,468 Triliun
Kepala Kantor Wilayah DJP Riau, Farid Bachtiar, menggelar Press Release Kinerja APBN Triwulan IV 2021. Foto: tangkapan layar

Pekanbaru, Elaeis.co - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mencatatkan penerimaan perpajakan sebesar Rp 16,468 triliun selama tahun 2021. Angka ini 102,8 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Dibandingkan tahun 2020, penerimaan perpajakan Riau tumbuh sebesar 19,36 persen. Di mana tahun 2020 penerimaan pajak Riau tercatat sebesar Rp 14,18 triliun.

"Hal ini dipengaruhi oleh membaiknya penerimaan pajak dari mayoritas sektor utama penyumbang penerimaan pajak, yang diikuti pemanfaatan stimulus perpajakan yang tinggi," kata Kepala Kantor Wilayah DJP Riau, Farid Bachtiar dalam Press Release Kinerja APBN Triwulan IV 2021 yang diikuti elaeis.co, Jumat (14/1).

Farid mengatakan, tingginya penerima pajak Riau tahun 2021 didorong oleh makin membaiknya harga  sawit yang menjadi komoditas andalan mayoritas masyarakat Riau.

"Pendorong utama pertumbuhan penerimaan pajak Riau pertama kenaikan harga komoditas sawit. Kedua mulai pulihnya aktivitas ekonomi dan penurunan level PPKM serta akselerasi belanja APBN," ungkap Farid.

"Tapi yang paling utama adalah tingginya harga sawit. Di mana tahun 2021 kemarin mencapai harga tertinggi sampai Rp 3.500/kg dan di awal tahun 2022 ini harga sawit di angka Rp 3.400/kg," tambahnya.

Dia juga berharap di tahun 2022 ini harga sawit bisa terus bertahan di level tertingginya. "Jika harga sawit tinggi, maka penerimaan pajak Riau juga otomatis akan terdorong menjadi lebih baik lagi," jelasnya. 


 

Editor: Rizal