Pekanbaru, elaeis.co - Persatuan Kepala Dusun Indonesia (Perkadusi) menjalin kerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir). Kesepakatan kerjasama itu dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam gelaran "Dialog Sawit Memperkuat Inti Plasma dan Bedah Buku Setiyono", Rabu (1/7) kemarin.
Ketua Umum Perkadusi, Supianto menjelaskan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu peluang bagi dusun untuk meningkatkan perekonomiannya. Dimana sampai saat ini, hampir disetiap dusun memilki lahan kosong tidak produktif yang berpotensi bernilai ekonomi tinggi jika dimanfaatkan dengan baik.
Untuk itu, pihaknya menjalin kerjasama dengan Aspek-Pir dengan harapan dapat mendukung dan mendorong pemanfaatan lahan tak produktif tadi.
"Setiap dusun memiliki 1-2 hektar lahan kosong. Ini jika dimanfaatkan misalnya dibangun kebun kelapa sawit, maka akan dapat menambah uang kas dusun yang kemudian dapat digunakan untuk pembangunan dusun itu sendiri," ujarnya saat berbincang bersama elaeis.co.
Pihaknya berharap, dengan berjabat tangan dengan Aspek-Pir dapat menjadi patokan sinergi antara lembaga petani, perusahaan hingga pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Sehingga dusun dapat menjadi salah satu penerima manfaat dari program pemerintah yang digelontorkan melalui BPDP.
"Kita juga ingin jalin kemitraan sehingga dapat memaksimalkan mulai dari sektor hulu hingga hilir. Artinya selain pemanfaatan di hulu kita akan teruskan hingga hilirisasi. Ini sesuai dengan arahan bapak presiden," tuturnya.
Disamping itu, pihaknya mengaku akan mendukung penyelesaian berbagai masalah diperkebunan. Misalnya masalah kawasan hutan. Pihaknya berharap kebun plasma atau PIR dikecualikan dari peta kawasan hutan. Sebab banyak lahan yang sudah bersertifikat sah milik petani.
"Kita juga dukung percepatan dan simplifikasi PSR. Namun juga menuntut pemerintah menyederhanakan birokrasi dan persyaratan surat keterangan bebas kawasan agar tidak menyulitkan petani," sambungnya
Kemudian juga di sisi penguatan kelembagaan petani. Pihaknya mendukung pendampingan agar kelembagaan koperasi petani kelapa sawit semakin kuat secara legal dan mampu meningkatkan posisi tawar di industri sawit.
Gandeng Aspek-PIR, Perkadusi Berharap Pemanfaatan Lahan Tidak Produktif
Diskusi pembaca untuk berita ini