Pekanbaru, elaeis.co - Harga pupuk kimia nonsubsidi saat ini terpantau sudah mulai turun. Ini pun disambut baik oleh para petani kelapa sawit di Provinsi Riau.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, H Suher mengaku bersyukur dengan turunnya harga pupuk tersebut.

Menurutnya, para petani sawit saat ini sudah mulai bisa merawat tanaman kelapa sawit dengan baik dan bisa memberikan pupuk secara optimal.

"Kita tentu bersyukur karena harga pupuk sudah mulai turun. Memang belum normal, tapi sudah mulai turun. Sudah ada lah sedikit balance-nya untuk petani," kata Suher kepada elaeis.co, Senin (4/9).

Sebelumnya, para petani memang mengeluhkan tingginya harga pupuk yang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Apalagi petani sawit sudah tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Meskipun harga pupuk saat ini sudah mulai turun, nakjn Suher mengaku kondisi ini masih belum seimbang dengan pendapatan yang diterima oleh petani sawit saat ini.

"Kalau dikatakan seimbang dengan harga TBS, masih belum bisa. Karena harga TBS yang diterima petani itu belum mengacu pada harga yang ditetapkan oleh disbun," kata dia.

"Jika harga TBS sudah sesuai dengan harga yang ditetapkannya oleh disbun, baru bisa dikatakan seimbang," tambahnya.

Oleh sebab itu, dia berharap seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) bisa mematuhi peraturan yang ada dengan membeli TBS sawit petani dengan harga yang sesuai penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau.