Serba-Serbi 

Heboh, Webinar Sawit yang Ditaja IPB Diserang Hacker

Heboh, Webinar Sawit yang Ditaja IPB Diserang Hacker
Webinar tentang sawit yang digelar IPB diserang hacker (tangkapan layar)

Jakarta, Elaeis.co - Seminar nasional tentang sawit yang diselenggarakan secara hybrid oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Bogor, Kamis (25/11), diserang hacker. Aplikasi zoom yang diikuti peserta seminar yang mengangkat tema 'Permasalahan, Prospek dan Implikasi Sawit Sebagai Tanaman Hutan' itu disusupi video porno dan kata-kata merendahkan.

Ketua DPP APKASINDO, Gulat ME Manurung, mengatakan, insiden sabotase itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Sejumlah peserta kaget karena tidak menyangka acara itu jadi sasaran peretasan.

Salah seorang peserta seminar, Ully Harahap, pada pukul 10.49 WIB, sempat berdialog lewat pesan pendek dengan Gulat memberitahukan bahwa acara tersebut kena hack.

"Saya juga mengalami hal yang sama, lalu saya bilang zoom-nya sedang diperbaiki ulang," kata Gulat kepada Elaeis.co.

Melalui fitur chatting di aplikasi zoom, peretas dengan akun Hài Dúòng 8D yang mengaku dari Vietnam menyebut orang Indonesia bodoh. Sementara akun Jonh Khecbua yang mengaku dari Singapura, memperingatkan warga Indonesia tentang deklarasi perang dari kelompok hacker No. 1 di dunia, Anonymous. Setelah itu video porno disusupkan pada tayangan presentasi nara sumber.

"Acara diambil alih oleh hacker sekitar 8 menit," ungkap Gulat.

Menurutnya, serangan hacker tersebut membuat panitia dan peserta seminar heboh. "Prof Yanto, ketua pelaksana seminar, mengatakan bahwa kejadian ini di luar dugaan. Beliau langsung menyampaikan permohonan maaf kepada semua peserta," katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat Gulat dari Prof Yanto, hacker yang menyerang seminar itu berjumlah 6 akun dan sangat ganas. "Kata Prof Yanto, acara ini sangat seksi, jadi diserang ramai-ramai," sebutnya.

Setelah diserang hacker, panitia langsung mengganti link zoom dan membagikannya ke peserta. "Masih lanjut acaranya. Sekarang pukul 13.35 WIB, baru mulai sesi kedua," kata Gulat. 


 

Editor: Rizal