Iptek 

IPB Berhasil Mendemonstrasikan Pemurnian Biogas Jadi Biometana Untuk BBG

IPB Berhasil Mendemonstrasikan Pemurnian Biogas Jadi Biometana Untuk BBG
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung, berhasil mendemonstrasikan pemurnian biogas jadi biometana untuk BBG/BPDPKS

Jakarta, Elaeis.co - Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB), berhasil mendemonstrasikan teknologi pemurnian biogas menjadi biometana untuk Bahan Bakar Gas (BBG), melalui absorpsi CO2 dengan air pada skala kapasitas laju alir biogas 60 m3/jam.

"Penelitian ini telah dimulai sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Pendanaan penelitian dari BPDPKS, mulai dari desain, instalasi, produksi biomatane dan pengujian pada kendaraan," kata Ketua Tim LPPM ITB, Anggit Raksajati dikutip Elaeis.co dari keterangan resminya, Sabtu (1/1).

Anggit menjelaskan, peralatan skala pilot dipasang di fasilitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pilot PTBg Terantam, Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang mengolah POME dari PKS Terantam milik PTPN V.

Penelitian dilakukan melaui 5 tahapan utama, yaitu, perancangan konseptual untuk menentukan konfigurasi proses dan dimensi peralatan, perancangan terperinci untuk menentukan spesifikasi peralatan, fabrikasi peralatan, Instalasi peralatan (termasuk persiapan lahan) dan operasi alat untuk mengukur data operasional dan menguji produk biometana yang diproduksi.

"Jadi, pada November sampai dengan Desember 2021 lalu, telah dilakukan pengujian produk biometana pada truk konverter BBG. Biometana dimasukkan ke dalam tabung hingga tekanan 200 bar yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan/truk yang telah dipasang konverter gas pada sistem pembakarannya," kata dia.

Ia menambahkan, truk dengan bahan bakar biometana diuji di kawasan perkebunan dan jalan raya dengan total jarak mencapai 250 km tanpa kendala, dengan rata-rata konsumsi BBG 3,4-3,5 kilometer per Liter Setara Premium (LSP) dengan kondisi membawa beban 5-6 ton.

Hasil dari penelitian ini merupakan suatu terobosan baru dalam pemanfaatan POME yang dihasilkan pabrik kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan dan sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. BBG yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar truk perkebunan sawit dengan memasang konverter gas seperti halnya BBG dari gas alam. 

"Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 60 ton/jam berpotensi menghasilkan 600 Nm3/jam biogas, yang dapat diolah menjadi 360 Nm3/jam biometana, yang setara dengan 8350 Lsp/hari (Liter setara Premium)," pungkasnya.


 

Editor: sahril ramadana