Lingkungan 
Untuk Kebun Sawit Korporasi

KIM: Ada Deforestasi Terencana di Tanah Papua

KIM: Ada Deforestasi Terencana di Tanah Papua
Deforestasi pembangunan kebun sawit di Boven Digoel 2018. foto: Greenpeace

Jakarta, elaeis.co - Apa yang dibilang oleh Direktur Eksekutif PalmOil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung pada webinar yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dua hari lalu itu, benar adanya. 

Misalnya kelapa sawit bisa menghijaukan kembali lahan yang sudah kadung digunduli oleh perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Termasuk juga bahwa kelapa sawit telah menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di pedesaan.  

Hanya saja, tajuk webinar dengan judul; Perkebunan Kelapa Sawit Merestorasi Ekonomi, Sosial dan Ekologi Papua, jadi pertanyaan. 

Sebab bulan lalu, Koalisi Indonesia Memantau (KIM) mengurai bahwa dari 1992-2019, Tanah Papua --- Papua dan Papua Barat --- sudah dikapling oleh otoritas kehutanan untuk 72 korporasi seluas 1.549.205 hektar.

Dari luasan itu, 84% atau 1.307.780 hektar adalah untuk tujuan perkebunan kelapa sawit. Dari total luasan tadi, Menteri LHK disebut memberikan izin; 254.455 hektar untuk 15 izin.

Tentu ini menjadi pernyataan sepihak dari gabungan 11 Non Government Organization (NGO) yang merilis laporan ini.  

Menariknya dari semua luasan tadi, tidak ada pelepasan yang diperuntukkan bagi masyarakat lokal maupun masyarakat adat. 

"Pengecekan melalui citra satelit menunjukkan bahwa 1.292.497 hektar area pelepasan untuk sawit, bertutupan hutan alam saat di lepas," demikian Koalisi Indonesia Memantau menyebutkan. 

Dan setelah dicek kembali melalui citra satelit pada dua tahun lalu, masih ada tutupan hutan alam seluas 1.145.902 hektar pada izin pelepasan itu. 

Lantaran itu berupa izin, mau tak mau, hutan alam itu musti ditebangi untuk disesuaikan dengan peruntukannya. 

"Mereka justru akan disalahkan bila tidak membangun kebun sawit di area yang dilepas itu. Fenomena ini pada dasarnya menunjukkan bahwa pemerintah sedang merencanakan deforestasi di Tanah Papua," Koalisi Indonesia Memantau menyebutkan. 

Berikut tutupan hutan alam yang masih ada dalam area pelepasan untuk perkebunan kelapa sawit itu; 

Boven Digoel 302.423 hektar, Jayapura 108.379 hektar, Mimika 105.891 hektar, Merauke 100.693 hektar, Teluk Bintuni 92.723 hektar, Maybrat 30.768 hektar, Sorong 81.800 hektar, Sorong Selatan 75.222 hektar, Sarmi 54.197 hektar, Teluk Wondama 35.071 hektar, Nabire 21.921 hektar, Manokwari 20.083 hektar. 

Sisanya daerah lain seperti; Tambrauw 9.976 hektar, Deiyai 8.050 hektar, Dogiyai 1.885 hektar, Keerom 1.137 hektar, Fakfak 567 hektar, Intan Jaya 3.001 hektar, Waropen 202 hektar dan Kaimana 2.702 hektar.  


 

Editor: Abdul Aziz