Iptek 

Komet Raksasa Ini Dekati Matahari, Bagaimana Nasib Bumi?

  • Reporter Sany
  • 04 Oktober 2021
Komet Raksasa Ini Dekati Matahari, Bagaimana Nasib Bumi?
Foto: Ilustrasi dari NASA menunjukkan pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe mendekati matahari. (Steve Gribben/Johns Hopkins APL/NASA via AP)

Jakarta, Elaeis.co - Sebuah penelitian menemukan komet terbesar sedang menuju Matahari dan berada pada jarak dekatnya sekitar 10 tahun. Bagaimana nasib Bumi?

Komet bernama Bernardinelli-Bernstein memiliki diameter sekitar 95 mil atau sekitar 152 ribu meter. Obyek tersebut teridentifikasi menggunakan data Dark Energy Survey dan sejak ditemukan para peneliti melakukan penelitian data untuk mempelajari lebih lanjut mengenai komet itu.

Komet tersebut saat ini terpantau menuju awan Oort, sekelompok benda es yang berada jauh di luar orbit Pluto. Ditemukan jika Bernardinelli-Bernstein memiliki obyek yang memanjang.

Berdasarkan makalah terbaru, komet itu akan mencapai perihelion atau titik terdekat dengan Matahari pada 2031. Jarak terdekatnya dengan Matahari adalah 11 AU (1 AU setara dengan jarak antara Matahari dan Bumi), dikutip dari Digital Trends, Senin (4/10/2021).

Dengan jarak itu menempatkannya berada di luar orbit Saturnus. Artinya komet raksasa itu tidak akan dekat dengan orbit Bumi.

"Kami menemukan hak istimewa untuk menemukan mungkin komet terbesar yang pernah dilihat, atau lebih besar dari yang dipelajari, dan menangkap cukup awal untuk orang-orang melihatya berevolusi saat mendekat dan memanas," kata penemu komet, Gary Bernstein.

Dia menambahkan jika komet tersebut sangat jarang berkunjung ke Tata Surya. "Itu belum mengunjungi Tata Surya lebih dari 3 juta tahun".

Dengan ini, para ilmuwan berkesempatan mempelajari komet dari dekat. Misalnya menggunakan alat seperti Observatorium Ver C. Rubin.

Observatorium itu akan melakukan survei langit sebagai cara mengidentifikasi banyak komet. Kemungkinan dengan yang berukuran jauh lebih kecil dari komet Bernardinelli-Bernstein.

Alat itu juga memiliki kemampuan melakukan pelacakan saat komet mendekat. Ini dapat membantu peneliti mempelajari lebih lanjut mengenai obyek dari awan Oort dan apa yang tersimpan mengenai awal tata surya. CNBC

 

Editor: Sany Panjaitan