Nusantara 

Menlu Mengaku Prihatin dengan Aturan Sawit dari Inggris

Menlu Mengaku Prihatin dengan Aturan Sawit dari Inggris
Menlu Retno

Jakarta, Elaeis.co - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris Dominic Raab di Jakarta, Rabu (7/4/). 

Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia atas rancangan undang-undang (RUU) Inggris yang mewajibkan uji tuntas atas komoditas pertanian Indonesia seperti minyak sawit, kakao, dan karet.

“Berkaitan dengan hal tersebut, saya berharap kedua negara dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Menlu Retno dikutip dari beritasatu.com, Kamis (8/4).

Retno menyatakan Indonesia dan Inggris sepakat untuk mempromosikan 10 sektor prioritas ekonomi termasuk kayu dan komoditas pertanian. Kesepakatan itu diharapkan bisa meningkatkan angka perdagangan kedua negara sebesar US$ 2,24 miliar (Rp 32,5 triliun) pada 2020.

“MoU tentang Komite Gabungan Ekonomi dan Perdagangan yang akan ditandatangani 19 April tahun ini diharapkan mampu meningkatkan realisasi prioritas tersebut,” kata Retno.

Di bidang investasi, Retno mengaku senang karena investasi Inggris di Indonesia meningkat sampai 35% pada 2020 meskipun situasi pandemi Covid-19. Retno berbagi informasi terkait Sovereign Wealth Fund Indonesia , serta membahas kemungkinan Perjanjian Investasi Bilateral (Bilateral Investment Treaty/BIT) antara Indonesia dan Inggris.

Inggris saat ini merupakan mitra strategis Indonesia yaitu sebagai investor kedua terbesar dan mitra perdagangan terbesar kelima dari Eropa.

Editor: sahril ramadana