Feature 

Peremajaan Sawit Rakyat Ala Dayak Linoh

Peremajaan Sawit Rakyat Ala Dayak Linoh
Ritual adat Dayak Linoh dilakukan sebelum penebangan perdana pohon kelapa sawit tua di areal kebun KUD Bale Yotro dimulai. Foto: ist

Melawi, elaeis.co - Satu persatu pohon kelapa sawit tua di hamparan A kebun Koperasi Unit Desa (KUD) Bale Yotro Desa Beloyang Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi itu, rubuh ke tanah setelah diseruduk oleh eksavator seri EC220, Sabtu pagi (31/7). 

Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD-Apkasindo) Melawi, Sopian Hadi, S.Sos,. M.Si sumringah menengok itu, begitu juga si pemilik kebun, YS Marjitan. 

Sebab, aksi alat berat tadi adalah momen istimewa bagi mereka. Bahwa program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sudah dimulai di KUD itu.

Ketua DPD Apkasindo Melawi, Sopian Hadi, saat berada di lokasi tumbang chipping. foto: ist

Ada sekitar 328 hektar kebun yang ditumbuhi pohon sawit tua milik 164 kepala keluarga yang akan ditumbang-chipping, termasuklah punya Marjitan tadi, yang juga ketua KUD Bale Yotro itu.

Sebetulnya kata Sopian, tumbang perdana sudah dilakukan pada Kamis (29/7) lalu. Ritual adat berupa Ngumpan Tanah menjadi pembuka penumbangan itu. 

Ritual adat dayak Linoh yang bertujuan supaya hasil perkebunan mereka kelak, menghasilkan yang terbaik dan diberkahi oleh 'Pemilik Alam'. 

"KUD Bale Yotro sudah mendapat bantuan peremajaan kelapa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk lahan seluas 498 kapling (996 hektar)," lelaki 54 tahun ini mulai merinci. 

Bantuan tahap pertama cair untuk lahan seluas 328 hektar tadi. Masing-masing pekebun kebagian duit bantuan Rp25 juta perhektar. 

Namun di tahap berikutnya, bantuan PSR yang didapat pekebun sudah bervariasi, ada yang kebagian Rp25 juta perhektar, ada pula yang Rp30 juta perhektar. 

"Ini terjadi lantaran sebahagian usulan pekebun ada yang terealisasi sebelum Juni 2020 dan ada yang setelah Juni 2020. Setelah Juni 2020, nilai bantuan sudah naik menjadi Rp30 juta perhektar," terangnya. 

Ayah empat anak ini merinci itu semua lantaran KUD Bale Yotro tadi adalah binaan DPD Apkasindo Melawi. "Ada 9 koperasi di Belimbing dan Belimbing Hulu binaan Apkasindo," katanya. 

Agar duit bantuan tadi bisa mencukupi hingga progres P2 --- dua tahun setelah tanam --- kata Sopian, mereka mensiasati agar pekerjaan yang memerlukan mekanisasi saja yang dikerjakan oleh pihak ketiga, selebihnya dikerjakan pekebun. 

"Biar duitnya awet dan kami tak perlu bikin utang di bank. Memang, duit Iuran Dana Peremajaan Tanaman Kebun (Idapertabun) ada. Tiap kapling kebagian Rp18 juta. Namun duit itu belum bisa dicairkan oleh Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera," katanya.

Nah, untuk mensiasati biaya perawatan hingga nanti kebun menghasilkan, Dinas Pangan dan Perkebunan Melawi sudah menyiapkan bantuan bibit jagung plus pupuknya untuk tanaman sela di lahan seluas 350 hektar.   

"Kami sangat berterimakasih dengan BPDPKS atas bantuan yang ada. Begitu juga dengan Dinas Pangan dan Perkebunan, serta semua pihak yang telah mendukung hingga proses peremajaan ini terlaksana," ujar Sopian.


Catatan: Berita ini sudah melalui proses pengeditan ulang pada 1 Agustus 2021 pukul 13:02 Wib

Editor: Abdul Aziz