Serba-Serbi 

Petani Karet di Kuansing Dapat Harga Tinggi Lewat Lelang

Petani Karet di Kuansing Dapat Harga Tinggi Lewat Lelang
Petani sedang menyadap karet. Foto: Riau.go.id

Pekanbaru, Elaeis.co - Pembinaan petani karet secara kelembagaan yang dilakukan Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, berhasil meningkatkan kualitas produksi. Nilai jual karet menjadi tinggi.

"Dengan sistem kelembagaan pekebun yang baik, pemasaran karet jadi lebih bagus dan manfaatnya langsung dirasakan oleh pekebun," kata Defris Hatmaja, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, kepada Elaeis.co, Jumat (14/1).

Menurut Defris, Apkarkusi memasarkan karet dengan pola lelang 'satu waktu satu tempat satu harga satu mutu' atau 4S. "Ini telah berlangsung selama 3 tahun belakangan ini," katanya.

Pemasaran dengan cara lelang 4S terbukti berhasil menjual karet anggota Apkarkusi dengan harga tinggi. Saat pelaksanaan lelang periode 9 Januari 2022 lalu, misalnya, Apkarkusi menjual 78 ton karet dengan harga Rp 12.388/kg.

"Lelang diikuti 6 perwakilan perusahan crumb rubber asal Sumatera Utara, Jambi, dan Riau. Harga penawaran tertinggi Rp 12.388/kg, jadi nilai transaksinya sekitar Rp 966 juta," ungkapnya.

"Harga jual itu lebih tinggi dari harga karet yang ditetapkan minggu lalu oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau sebesar Rp 11.758/kg. Selisihnya Rp 630," tambahnya. 


 

Editor: Rizal