Nusantara 

Petani Karet Rame-Rame Bertanam Sawit, Ada Yang Tetipu Bibit Abal-abal

  • Reporter Aziz
  • 13 Oktober 2021
Petani Karet Rame-Rame Bertanam Sawit, Ada Yang Tetipu Bibit Abal-abal
Kebun karet di Desa Laman Bukit Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi yang ditebangi untuk ditanam sawit. foto: Apkasindo Melawi

Melawi, elais.co - Dua tahun belakangan, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD-Apkasindo) Melawi Kalimantan Barat (Kalbar) disibukkan dengan pemesanan kecambah kelapa sawit. 

Uniknya, kecambah itu bukan cuma untuk petani Apkasindo yang ikut Program Peremajaan Sawit Rakyat (PPSR), tapi juga untuk para petani karet yang memilih mengganti tanamannya dengan sawit. 

Kepada elaeis.co, Wakil Sekretaris DPW Apkasindo Kalbar, Agus Kuswara cerita, saban waktu ada saja petani karet yang datang ke sekretariat Apkasindo di Nanga Pinoh, ibukota Melawi, memesan kecambah sawit jenis DxP.

"Pesanan sekarang ada sekitar 3.900 kecambah untuk lahan seluas 21 hektar, namun yang sedang dalam proses administrasi masih sekitar 3.150 kecambah. Kecambah itu kami beli, kalau tidak dari Dami Mas, ya dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)," terangnya. 

Di Melawi sendiri ada 11 kecamatan, semuanya dijejali oleh ratusan ribu hektar kebun karet. Namun itu tadilah kata Agus, perlahan kebun karet itu sudah berubah jadi kebun sawit. 

"Semakin bagusnya harga sawit agaknya membuat mereka tergiur. Sudahlah harga bagus, mengurusinya pun tak sesibuk mengurus karet, ke ladang cuma dua kali sebulan. Beda dengan karet, saban jam 4 subuh sudah harus menderes," katanya. 

Hanya saja kata Agus, tak sedikit juga para petani karet yang kini jadi petani sawit itu terjebak dengan bibit mariles alias bibit abal-abal yang disodorkan penjual tak jelas. Lantaran masih pemula dan belum mengerti soal sawit, petani ini mau saja.  

Kondisi inilah yang sangat disayangkan Indra Rustandi, Ketua DPW Apkasindo Kalbar. "Inilah sebenarnya permasalan baru di petani pemula. Mereka tergiur lantaran harganya juga relatif lebih murah di banding yang kita pesan lewat Apkasindo," katanya. 

Biar keadaan itu tidak berlarut, Indra berharap pemerintah daerah segera mensosialisasikan jenis-jenis bibit bersertifikat kepada petani pemula itu. "Biar tidak bertambah yang tertipu," pintanya. 

Saat ini kata Indra, selain mengurusi para pekebun sawit, DPW Apkasindo juga sedang gencar-gencarnya menjalin kerjasama dengan para pihak untuk mendistribusikan pupuk Non Subsidi di Kalbar. 

"Biar petani sawit tidak susah mendapatkan pupuk dengan harga standar. Mudah-mudahan akhir tahun ini semua DPD Apkasindo di Kalbar sudah punya distributor pupuk sendiri," Indra berharap. 


A Marben Saragih (Jurnalis Apkasindo)

Editor: Abdul Aziz