Bisnis 
Dapat Sertifikat

Petani Sawit di Negara Jiran Malah Disokong Penuh

Petani Sawit di Negara Jiran Malah Disokong Penuh
Wakil Menteri Perusahaan, Perladangan, dan Komoditi, Yang Berhormat (YB) Dato Sri Wee Jeck Seng, memberikan sertifikat Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO) kepada 20 petani sawit swadaya setempat. Sum

Selangor, elaeis.co - Negara tetangga, Malaysia, adalah salah satu kompetitor Indonesia dalam urusan perniagaan hasil perkebunan kelapa sawit.

Namun untuk urusan pembinaan kepada para petani sawit, layak diberi apresiasi.

Sebab para petani sawit di sana justru disokong penuh oleh pemerintahnya.

Hal ini setidaknya bisa dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh pihak Lembaga Minyak Sawit Malaysia atau Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang memberikan sejumlah bantuan dan sertifikasi kepada para petani sawit setempat.

Melalui kicauan di akun Twitter resmi mereka yang dipantau oleh elaeis.co, Sabtu (14/5/2022), disebutkan Wakil Menteri Perusahaan, Perladangan, dan Komoditi, Yang Berhormat (YB) Dato Sri Wee Jeck Seng, memberikan sertifikat Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO) kepada 20 petani sawit swadaya setempat.

Sekadar informasi, jika di Indonesia, MSPO ini setara dengan sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

MPOB dalam kicauannya mengatakan penyerahan sertifikat MSPO itu diselenggarakan bersamaan dalam acara Wisata Komoditas Pertanian di Pekan Nanas, Johor.

200 orang turut menyaksikan acara itu. Selain memberikan puluhan sertifikat MSPO, YB Dato Sri Wee Jeck Seng juga menyerahkan dana skema bantuan integrasi ternak sawit (ITe) kepada lima petani sawit.

Jika di Indonesia, skema ini disebut dana bantuan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA).

Nilai bantuan yang diberikan Pemerintah Malaysia ke lima petani sawit itu masing-masing RM 15.000.

Sekadar mengingatkan, dalam elaeis.co edisi 3 Maret 2022 disebutkan syarat untuk skema dana bantuan integerasi peternakan sederhana saja, yakni hewan ternak yang dibolehkan pihak kementerian adalah ternak ayam pedaging atau ayam kampung, serta peternakan itik petelur.

Petani bakal diberi insentif uang tunai sebanyak RM 15.000 jika memilih salah satu integerasi peternakan. Dana RM 15.000 itu akan disalurkan bertahap, terdiri dari RM 3.500 untuk pembangunan kandang dan RM 11.500 untuk benih atau anak ternak, makanan dan obat-obatan bagi hewan ternak.

Editor: Hendrik Hutabarat