Jakarta, elaeis.co – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT REA Kaltim Plantations berkomitmen akan terus memperhatikan petani kelapa sawit swadaya melalui kemitraan strategis. Selain bertujuan meningkatkan penghasilan pekebun, langkah ini juga untuk mendukung produksi minyak sawit berkelanjutan.
Untuk mewujudkan komitmen ini, PT REA Kaltim mendatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koltiva untuk menjalankan program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing (SHINES). Program ini melibatkan lima kelembagaan petani binaan PT REA untuk mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan dan inklusif.
Group Chief Sustainability Officer PT REA, Bremen Yong, mengatakan bahwa program unggulan ini akan membantu petani menghadapi tantangan dalam memenuhi persyaratan regulasi dan pasar yang semakin berkembang. Juga untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, memperluas akses, mempromosikan praktik perkebunan berkelanjutan.
"PT REA telah melatih petani mengembangkan keterampilan, pelatihan perbaikan sepeda motor untuk pemuda, pelatihan bagi guru, dan berbagai program ekonomi lainnya berbasis komunitas," terangnya kepada elaeis.co beberapa hari lalu.
Dijelaskannya, kelembagaan petani yang telah mengikuti pelatihan program SHINES diantaranya Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Koperasi Perkebunan Gotong-Royong, Koperasi Perkebunan Tunas Harapan, Koperasi Perkebunan Bina Wana Sejahtera, dan Koperasi Karya Penoon.
Program-program yang dirancang bertujuan untuk membekali petani kelompok maupun individu sehingga terampil praktis dalam hal budidaya yang tentunya dapat meningkatkan penghasilan dan menciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan. "Kita membimbing pekebun menjemput sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), mengajarkan petani paham soal standar sertifikasi berkelanjutan ini," jelasnya.
Dia menambahkan, PT REA juga menyediakan beasiswa bagi anak petani yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain meringankan beban keluarga, program ini juga membuka akses terhadap pendidikan berkualitas. “Inisiatif-inisiatif ini adalah komitmen jangka panjang korporasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” sebutnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, Program SHINES secara resmi telah memulai kegiatannya sejak awal tahun 2025. Kegiatannya mencakup pemetaan lahan petani swadaya, peningkatan kapasitas, serta pendampingan petani dalam pengurusan dokumen legal untuk proses sertifikasi RSPO.
Terpisah, Taufik Zulfian Noor, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi gebrakan PT REA yang membentuk petani mandiri menjadi kumpulan yang kuat. "Kami sangat mendukung upaya PT REA Kaltim Plantations dalam memajukan koperasi dan petani sawit swadaya. Mengingat koperasi dan petani sawit mandiri adalah bagian dari UKM yang menjadi target sasaran dari berbagai instansi pemerintah," tukas.
Melalui program SHINES, diharapkan petani sawit swadaya yang kebunnya berdekatan dengan PT REA Kaltim Plantations dapat semakin terberdayakan dengan baik dan produksinya bisa dijual ke Uni Eropa maupun pasar global lainnya.
“Semoga masing-masing pihak dapat menjaga komitmen kesepahaman ini agar tujuannya bisa tercapai. Pemerintah mendukung dan siap berkolaborasi dengan PT REA Kaltim Plantations dan koperasi–koperasi yang ada dan kami akan menjadikan ini sebagai contoh bagi perusahaan sawit lainnya,” sebutnya.
Suhartono, Plt Camat Kembang Janggut, juga menyatakan dukungan apa yang di lakukan oleh PT REA Kaltim Plantations. “Harapannya program ini dapat membantu petani dan koperasi untuk memperoleh skema sertifikasi yang ada di pasar global,” tutupnya.
PT REA Kaltim Gandeng Koltiva Perkuat Kemitraan dengan Petani Sawit Swadaya
Diskusi pembaca untuk berita ini