Sumatera 

Ribuan Petani Sawit di Aceh Didukung Raih Sertifikasi RSPO

Ribuan Petani Sawit di Aceh Didukung Raih Sertifikasi RSPO
Petani sawit di Kota Subulussalam mengikuti praktik lapangan pengelolaan kebun menuju RSPO (Portalsatu.com)

Banda Aceh, Elaeis.co - Lebih 4.000 petani sawit swadaya di empat kabupaten/kota di Provinsi Aceh mendapat pembinaan praktik budi daya tanaman yang baik atau good agriculture practice (GAP) agar memiliki kebun yang baik dan menghasilkan buah berkualitas. Proses itu diharapkan membuka jalan meraih sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Saat ini kami sudah hadir untuk mendukung petani sawit swadaya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Kotamadya Subulussalam. Rencananya kami juga akan membina petani di Kabupaten Aceh Utara,” kata Reza, implementator RSPO dari PT Koltiva, kepada Elaeis.co, Selasa (19/10/2021).

PT Koltiva merupakan perusahaan start up yang menyediakan jasa pendampingan serta layanan sistem informasi program pengelolaan pertanian yang memberikan solusi keterlacakan rantai pasok komoditas secara transparan. Diantara komoditas itu adalah kakao dan kelapa sawit.

Selain di Aceh, perusahaan itu juga melakukan pembinaan petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. “Saya sendiri fokus di Nagan Raya dan Subulussalam,” kata Reza.

“Tim kami tidak hanya berkerja sama dengan petani sawit, tapi juga pemangku kepentingan lain. Untuk ke petani sawit kami menyiapkan training coaching berupa penyuluhan budi daya sawit yang baik. Di saat yang sama kami juga berkomuniksi dan berkoordinasi ke perusahaan kelapa sawit, pemerintah, dan pihak terkait lainnya, termasuk kelompok-kelompok petaninya,” paparnya.

Menurutnya, pembinaan terhadap petani dilakukan karena Sinar Mas Agribusiness and Food selaku pembeli CPO dari sejumlah PKS di Aceh mengharuskan produk yang mereka tampung harus berkualitas, tidak melanggar peraturan, dan jelas asal usulnya.

“Koltiva tak punya hubungan struktural apapun dengan Sinar Mas dan PKS-PKS pemasok CPO-nya. Kami dipercaya sebagai implementator RSPO di tingkat petani sawit, salah satunya melalui penerapan GAP,” jelasnya.

Dia menambahkan, Sinar Mas tidak memiliki pabrik dan perkebunan kelapa sawit di Aceh. Namun perusahaan-perusahaan sawit di Aceh ada yang menjual produksi CPO mereka ke Sinar Mas yang ada di Sumatera Utara. 

“Sekarang ini petani atau PKS-PKS pemasok itu belum mengantongi RSPO. Makanya dibina, tujuannya memang ke RSPO,” tukasnya. 


 

Editor: Rizal