Dewandaru 

Satu Sisi Dari Sawit

Satu Sisi Dari Sawit
Wayan Supadno. foto: aziz

Sekalipun sawit berasal dari tanaman hutan, namun dianggap bukan tanaman hutan. Padahal tiada beda dengan palma lainnya misal sagu, kelapa, pinang, aren dan lainnya yang dianggap tanaman hutan. 

Sekalipun IPB University sudah membuat naskah akademiknya bahwa sawit bagian dari tanaman hutan, tapi tetap dianggap bukan bagian dari tanaman hutan. Dampak nyata dari kampanye hitam.

Menakutkan sekali jika nasib sawit akan sama dengan kisah nyata kelapa. 

Tahun 1995, kelapa jadi obyek kampanye hitam, dianggap tidak sehat. Saat ini multi produk kelapa jadi primadona dunia. Tapi 78% kelapa Indonesia berusia tua, kurang perhatian. Dampak kampanye hitam.

Sejak tahun 2005, dilaporkan Ditjenbun Kementan bahwa Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Saat ini ada 6,8 juta ha, dari total luas 16,38 juta ha adalah milik 2,6 juta KK petani. Total serapan tenaga kerja 18 juta.

Wayan Supadno bersama salah seorang tamunya. Wayan selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan siapapun terkait pertanian dan perkebunan. Foto: ist

Tahun 2012, Malaysia jadi korban program hilirisasi produk sawit. Banyak pabrik rafinasi bangkrut di Malaysia dampak langsung dari menjamurnya pabrik rafinasi di Indonesia. Karena sebelumnya Malaysia tergantung total minyak mentah (CPO) dari Indonesia.

Beberapa tahun silam harga sawit anjlok. Lalu hilirisasi inovasi B30, agar ada serapan CPO dalam negeri lebih dominan. 

Dampaknya luar biasa dari yang tiada lalu terserap 9,7 juta ton CPO/tahun 2021. Dampaknya lagi hemat devisa total untuk hemat solar fosil Rp 267 triliun. 

Bukan hanya Indonesia yang kesulitan minyak goreng, tapi juga di banyak negara termasuk Perancis dan Jerman.


 

Editor: Abdul Aziz