Nusantara 

Strategi Masif Menghadang Kampanye Negatif

  • Reporter Aziz
  • 23 November 2021
Strategi Masif Menghadang Kampanye Negatif
Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr. Gulat Medali Emas Manurung saat memberikan motivasi kepada mahasiswa beasiswa sawit LPP Yogya. foto: ist

Yogyakarta, elaeis.co - Lelaki 49 tahun ini benar-benar tak ada capeknya. Setelah dua hari memotivasi anak-anak beasiswa sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) program D1 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) di kawasan Bawen, Ungaran Jawa Tengah itu, sudah pula mampir di Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogya di kawasan Gondokusuman. 

Di auditorium kampus yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) ini berhasil mendongkel semangat anak-anak program D3 dan D4 yang ngumpul di sana. 

"Sawit adalah kita, yang telah menjadi penopang utama devisa negara. Kalian tahu, banyak yang benci dengan sawit kita lantaran di negara mereka sawit tidak bisa tumbuh subur," di hadapan 280 orang mahasiswa baru yang berasal dari 22 provinsi penghasil sawit itu, wajah Gulat nampak bersemangat. 

Lantaran itu kata ayah dua anak ini, siapapun tidak boleh menjelek-jelekkan sawit Indonesia. "Sebagai generasi muda, kalian musti bisa menanamkan rasa cinta kepada sawit Indonesia, bela negara, bela sawit Indonesia. Hadang kampanye-kampanye negatif itu dengan aktif di medsos, tentu dengan cara-cara yang santun dan berbasis data. Atau buat tulisan-tulisan bagus dan kirim ke media," doktor lingkungan Universitas Riau ini semakin menyemangati. 

Apa yang disarankan oleh Auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tadi, tidak ditampik oleh Direktur LPP Yogya, Muhammad Mustangin.  

"Malah sudah ada wacana untuk membikin pelatihan gimana memanfaatkan medsos untuk mengcounter isu negatif sawit," ujar lelaki 45 tahun ini saat berbincang dengan elaeis.co, kemarin. 

Dan apa yang disarankan oleh Gulat tadi menurut ayah dua anak ini akan berdampak sangat besar dan Gulat menurut dia, pantas jadi patriot sawit Indonesia. 

"Kalau semua digerakkan untuk aktif di medsos, wah, akan luar biasa. Anggaplah di LPP Yogya mahasiswa beasiswanya 500 orang, ini sudah sangat banyak," katanya. 

Memang, kata Mustangin, jauh-jauh hari LPP Yogya sendiri juga sudah berupaya menanamkan rasa cinta sawit itu kepada mahasiwanya. 

"Sebagai mahasiswa dan sebagai anak muda, kecintaan mereka kepada industri sawit musti tumbuh semakin bagus. Ini teramat penting. Salah satu caranya tentu gimana supaya pemahaman mereka terhadap sawit semakin dalam pula. Baik secara internal maupun eksternal, jangan sampai pada diri mereka sendiri malah ada image yang tak baik," katanya. 

Cara lain yang dilakukan untuk menumbuhkembangkan kecintaan itu adalah dengan melakukan bina fisik, mental, disiplin serta kompetensi ada. 

"Di situ dilatih keberanian melakukan tindakan, presentase, komunikasi dan lain-lain. Untuk ini kami bekerjasama dengan Brimob Polda Yogya. Sebelum pandemi pembinaan ini berlangsung sebulan, tapi saat pandemi kita pangkas jadi 2 minggu," terangnya.


 

Editor: Abdul Aziz