Sumatera 
Guru Honor di Muba

Tiga Hari Mengadu Nasib

Tiga Hari Mengadu Nasib
Bupati Musi Banyuasin saat meninjau guru honor yang sedang ikut seleksi PPPK di SMAN 1 Sekayu. Foto: Diskominfo Muba

Sekayu, elaeis.co - Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, 2.899 orang guru honor yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadu nasib untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Semua peserta ini bakal giliran menjalani tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) di lima sekolah di Kota Sekayu. 

Saban hari, tes dilakukan dua sesi; sesi pertama dari pukul 08:00 Wib - 10:50 wib dan sesi selanjutnya pukul 14:00 Wib - 16:50 Wib.

Mereka digilir lantaran keterbatasan jumlah personal komputer yang ada di masing-masing sekolah itu.  

Di SMA Negeri 1 misalnya hanya ada 25 komputer. SMA Negeri 2 yang digabung dengan SMP Negeri 6 115 komputer, SMKN 1 Sekayu 110 komputer, SMKN 2 Sekayu 80 komputer dan SMKN 3 Sekayu 70 komputer. 

"Alhamdulillah Muba kebagian formasi 2.955. Tapi yang memenuhi syarat untuk ikut tes hanya 2.899," kata Bupati Muba, Dodi Reza Alex Nurdin kepada elaeis.co dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/9).  

Kebetulan di hari pertma tes ini, lelaki 50 tahun itu datang melongok ke lokasi tes di SMA Negeri 1 Sekayu. 

Ayah 2 anak ini ditemani Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Apriyadi, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba, Sunaryo, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, Endang Dwi Astuti, Kepala Disdikbud Muba Musni Wijaya dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr. Azmi Darismansyah.

Dodi menyebut sangat mendukung proses tes PPPK ini. Itulah makanya Pemkab Muba menyediakan fasilitas tes swab gratis bagi peserta.

"Mudah-mudahan lewat tes PPPK ini, keinginan guru honorer yang selama ini sùdah berbakti untuk Kabupaten Muba, terjawab," Dodi berharap.

Dan Dodi sangat berharap seleksi PPPK ini terus berlanjut. "Pemkab Muba siap melakukan seleksi, termasuk soal penganggaran gaji dan tunjangan," katanya.

Di sisi lain, Musni Wijaya menyebut bahwa ada 340 orang lagi guru honor yang belum bisa mendaftar. Mereka sudah terdafatr di data Pokok Pekdidikan (Dapodik). 

"Insya Allah untuk kuota tahun depan sudah bisa didaftarkan. Saban tahun kebutuhan guru selalu ada lantaran saban tahun itu ada saja yang pensiun, meninggal, pindah bahkan penambahan kelas baru," terangnya.

Terkait seleksi PPPK tadi kata Musni, dilakukan tiga tahapan. Hari pertama, para guru honor di satu sekolah yang bersaing.

Tahap kedua, kalau ada yang gagal di tahap pertama, dia masih bisa mengikuti tahap kedua; bersaing dengan guru-guru antar kecamatan di satu kabupaten. Misalnya, kalau gagal mendaftar di SMP Negeri 5 Sekayu, boleh mendaftar di SMP Negeri 1 Keluang.

Lantas di tahap tiga, mereka akan bersaing dengan guru-guru yang berasal dari luar Kabupaten Muba, "Bisa dengan guru-guru dari provinsi Jambi," ujarnya. 

Sebetulnya, selain seleksi PPPK Guru, Muba juga sedang mempersiapkan pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru.

Pesertanya kata Kepala BKPSDM Muba, Endang Dwi Astuti, mencapai 1318 orang. Sebanyak 960 CPNS, sisanya PPPK Non Guru. 

"Mereka harus uji swab tes H-1 sebelum tes, yang sudah disediakan gratis oleh Pemkab Muba di Puskesmas tertentu yang sudah ditunjuk," terangnya. 

"Proses seleksi digelar 12-17 Oktober 2021 di Gedung Dharma Wanita Sekayu. Peserta dari luar Muba banyak juga. Ada yang dari Jogja, Semarang, Surabaya, Pontianak, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Padang," tambahnya.


 

Editor: Ivo Yasmine