Sumatera 

Upaya Karya Serumpun Akan Berujung Manis

Upaya Karya Serumpun Akan Berujung Manis
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit/Reuters.

INHU, Elaeis.co - Jika tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat ini Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun akan mengantongi sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sudah dua tahun kelompok tani yang bermitra dengan PT SKIP ini berupaya untuk mendapatkan legalitas tersebut. Dan pada akhirnya kelompok tani ini mendapatkan jawaban akan diberikan sertifikat itu.

"Tim Audit Eksternal DSI memberitahukan ke kita Agustus lalu, pada akhir September ini sertifikatnya akan diserahkan. Memang sampai saat ini belum ada informasi terbaru dari mereka. Tapi, Insya Allah kita yakin paling lama akhir tahun ini sudah diserahkan," kata Ketua Kelompok Sawit Swadaya Karya Serumpun, Juliono (36) kepada Elaeis.co, Rabu (15/9).

Dikatakan pria 36 tahun ini, dalam sertifikat itu nantinya akan tertera dengan jelas luas perkebunan kelompok tani yang beralamat di Desa Ringin, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu itu mencapai 600 hektare dengan jumlah anggota sebanyak 304 orang. 

"Dari luasan itu belum semua lahan anggota memiliki sertifikat hak milik (SHM), namun setelah proses RSPO selesai, kedepannya akan kita urus semuanya ke SHM. Dan itu sudah kita sampaikan ke tim audit. Semua permintaan mereka telah kita penuhi termasuk TBS langsung dikirm ke pabrik," kata dia.

Editor: sahril ramadana