Serba-Serbi 

Video Porno Diputar di Webinar, Ulah Pembenci Sawit?

Video Porno Diputar di Webinar, Ulah Pembenci Sawit?
Webinar tentang sawit yang digelar IPB diserang hacker (Ist.)

Jakarta, Elaeis.co - Seminar nasional mengangkat tema 'Permasalahan, Prospek dan Implikasi Sawit Sebagai Tanaman Hutan' yang diselenggarakan secara hybrid oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (25/11), sejenak terhenti. Aplikasi zoom untuk menyiarkan seminar secara daring diserang hacker.

Akun tak dikenal itu lantas melontarkan kalimat yang merendahkan warga Indonesia. Potongan video porno juga diputar oleh peretas pada tayangan presentasi nara sumber.

Baca juga: Heboh, Webinar Sawit Yang Ditaja IPB Diserang Hacker

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Dr Gulat ME Manurung, mengutuk keras aksi hacker tersebut. "Sangat tidak beradab," katanya kepada Elaeis.co.

Dia mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) menaruh perhatian khusus terhadap aksi peretasan forum ilmiah seperti webinar tersebut.

"Bayangkan, video porno yang diputar hacker ditonton petani sawit dari Sabang sampai Merauke, dari 22 DPW APKASINDO, yang mengikuti seminar ilmiah itu. Hal seperti ini harus menjadi perhatian Kemenkominfo," katanya.

Menurutnya, aksi peretasan aplikasi zoom bukan kali ini saja terjadi. "Dulu, awal-awal zoom marak saat pandemi Covid-19 merebak, hal seperti ini sering terjadi," sebutnya.

"Seminar nasional versi webinar beberapa waktu lalu yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, DR Moeldoko, diserang hacker juga," tambahnya.

Namun aksi hacker yang menyasar webinar sawit, katanya, sudah jarang terjadi akhir-akhir ini.

"Baru ini kejadian lagi. Mungkin karena seksi sekali yang dibahas," tukasnya.

Seminar ini sejatinya mengkaji peluang menjadikan sawit berstatus sebagai tanaman hutan. Sejumlah nara sumber yang menjadi pembicara antara lain Dr. Sigit Sunarta dari Fakultas Kehutanan UGM, dan Prof Jatna Supriatna dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Indonesia.

Kajian peluang menjadikan sawit berstatus sebagai tanaman hutan dilakukan karena Badan Pangan Dunia atau FAO menolak menyatakan sawit sebagai tanaman hutan. Padahal tanaman palma lainnya, seperti pinang dan aren, dikategorikan sebagai tanaman hutan.

"Kalau saya berasumsi, serangan hacker di webinar itu seperti pertarungan sengit petani sawit melawan pembenci sawit," pungkas Gulat. 


 

Editor: Rizal