Bang Tungkot 

Wow!!! Petani Sawit di Riau Banyak Berburu Mobil

Wow!!! Petani Sawit di Riau Banyak Berburu Mobil
Foto: petani sawit sedang menimbang hasil panen. Elaeis.co

Pekanbaru, Elaeis.co - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau memaparkan bahwa realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) saat ini cukup tinggi. Hingga Agustus 2021 ini tercatat mencapai mencapai 61,13 persen atau Rp526 miliar dari target Rp861 miliar.

Tingginya realisasi BBNKB tadi membuktikan bahwa daya beli masyarakat Riau dalam membeli kendaraan bermotor cukup tinggi. 

Kepada Elaeis.co, Kepala Bapenda Riau, Herman mengatakan salah satu faktor yang cukup mempengaruhi daya beli masyarakat tadi adalah tingginya harga komoditi kelapa sawit. Dimana sebagian besar masyarakat Riau adalah pekebun sawit.

"Sejak pandemi harga kelapa aawit justru terus membaik. Sementara masyarakat Riau mayoritas adalah perani sawit, sehingga diprediksi daya beli mereka tidak terpengaruh dengan mewabahnya covid-19 di Riau," katanya, Selasa (7/9).

Tak dipungkiri, sejak pandemi melanda Riau ekonomi masyarakat Riau melemah. Namun, tidak terlalu berdampak dengan para petani yang berkecimpung di perkebunan khususnya kelapa sawit.

Di samping, kelapa sawit tadi tingginya realisasi BBNKB juga dipengaruhi adanya penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. Bahkan hingga nol persen.

"Memang pembelian mobil baru di Riau cenderung meningkat hingga saat ini," tuturnya.

Ia berharap kebijakan dari pemerintah itu dapat terus berlangsung. Sehingga target BBNKB di Riau dapat tercapai. 

Rincinya, target BBNKB Riau mencapai RpRp861 miliar. Sedangkan hingga Mei 2021 pihaknya mencatat ada 10.000 unit kendaraan yang terjual di Riau. Jika kondisi terus berlangsung maka pihaknya memprediksi akan ada 24.000 unit kendaraan baru di Riau.

Berkaitan dengan harga kelapa sawit, hingga 14 September 2021 mendatang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Riau dibandrol seharga Rp.2.800. Harga tersebut mengalami kenaikan 0,64 persen atau sebesar Rp.17,86/kg dibandingkan pekan lalu.

"Kenaikan harga ini sejatinya terjadi di seluruh kelompok umur tanaman kelapa sawit di Riau. Namun memang kenaikan tertinggi di kelompok umur 10-20 tahun," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja.

Editor: Sany Panjaitan