Bengkulu, elaeis.co - Keputusan pemerintah memasarkan biodiesel B35 mulai 1 Februari mendatang mendapat dukungan dari petani kelapa sawit.

Iskandar Maun, petani sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, berharap biodisel B35 dapat menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Di Bengkulu Tengah, harga TBS kelapa sawit di tingkat petani saat ini rata-rata masih Rp 1.700/kg.

"Jika harga TBS kelapa sawit di tingkat pabrik meningkat hingga Rp 2.500/kg, maka di tingkat petani bisa mencapai Rp 2.000 hingga Rp 2.200/kg. Kalau harga naik sampai Rp 3.000/kg, petani di petani akan ikut naik juga," katanya, kemarin.

Namun dia tidak mau terlalu berharap karena selama ini dari sekian banyak program pemerintah pusat dalam upaya mendongkrak harga TBS kelapa sawit, hanya sedikit yang benar-benar dirasakan efeknya oleh petani.

"Kalau bisa naik, syukur. Kalau tidak, ya mau bagaimana lagi, kami cuma petani kecil," ujarnya.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah kepada petani kelapa sawit masih sangat rendah. "Buktinya, dapat pupuk subsidi saja tidak boleh. Apa itu yang namanya berpihak ke petani sawit?" tandasnya.

"Semoga saja program biodiesel B35 yang dimulai di tahun 2023 ini bisa menjadi awal kepedulian pemerintah pada petani kelapa sawit. Jangan terus membuat kebijakan yang bikin petani kelapa sawit semakin menderita," tutupnya.