Jambi, elaeis.co – Era baru energi berbasis sawit segera dimulai di Provinsi Jambi. Biodiesel B50 ditargetkan mulai masuk dan digunakan masyarakat pada akhir Juli 2026.
Pemerintah bersama pelaku usaha energi memastikan bahan bakar campuran minyak sawit ini aman digunakan dan tidak akan merusak mesin kendaraan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Jambi Muhammad Hafiz menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan penerapan B50.
Menurutnya, bahan bakar tersebut telah melewati serangkaian uji kelayakan sebelum diterapkan secara luas.
“Berdasarkan keterangan dari pihak yang telah menyalurkan B50, bahan bakar tersebut lebih baik dari B40,” ujar Hafiz di Kota Jambi.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, B50 memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan B40, baik dari sisi fisik bahan bakar maupun dampaknya terhadap kinerja mesin kendaraan.
Saat ini, distribusi B50 masih difokuskan di wilayah Jawa. Namun, pemerintah menargetkan penyaluran secara merata ke seluruh Indonesia, termasuk Jambi, mulai akhir Juli mendatang.
Hafiz memastikan penggunaan B50 tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kendaraan. Masyarakat diminta tetap tenang karena sebelum diluncurkan, bahan bakar dengan kandungan biodiesel 50 persen tersebut telah melalui proses pengujian.
“Tidak perlu khawatir soal mesin kendaraan. B50 sudah melalui uji kelayakan sebelum digunakan masyarakat,” katanya.
Selain menjadi langkah menuju energi yang lebih ramah lingkungan, penerapan B50 juga membawa misi besar: mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Dengan memanfaatkan minyak sawit dalam negeri, pemerintah berharap kemandirian energi nasional semakin kuat.
“Justru penggunaan B50 mampu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dari luar. Ini sangat baik untuk membangun kemandirian energi kita,” ungkap Hafiz.
B50 Segera Masuk Jambi Akhir Juli, Masyarakat Diminta Jangan Khawatir Soal Mesin Kendaraan
Diskusi pembaca untuk berita ini