Jakarta, elaeis.co - Indonesia semakin mantap melangkah menuju kemandirian energi dengan program biodiesel 50 persen atau B50.
Saat ini, B50 telah memasuki tahap uji coba keempat, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis kebijakan ini mampu menghentikan impor solar pada tahun depan.
Bahlil menyampaikan bahwa konsumsi solar di dalam negeri mencapai sekitar 39–40 juta barel per tahun.
Tahun ini, berkat penerapan B40, volume impor solar berhasil ditekan signifikan menjadi hanya 4,9 juta barel, atau sekitar 10,5 persen dari total konsumsi nasional.
“Insya Allah, 2026 kita dorong ke B50, sehingga impor solar bisa dihentikan sama sekali,” tegas Bahlil, Jumat (10/10).
Menurut Bahlil, menaikkan kadar biodiesel menjadi 50 persen merupakan langkah berani karena kebijakan ini berpotensi menimbulkan gesekan dengan para importir.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan dan target nasional harus dijalankan sesuai aturan. “Kalau ada yang terganggu, itu wajar. Tapi negara ini punya aturan, visi, dan target. Tidak bisa diserahkan begitu saja pada kepentingan pihak tertentu,” jelasnya.
Tahap uji coba B50 sudah berjalan ke putaran keempat. Bahan bakar campuran ini diuji di berbagai moda transportasi dan alat berat, mulai dari kereta, kapal, hingga kendaraan darat.
Bahlil menekankan bahwa jika seluruh uji coba berjalan lancar dan dinyatakan clear and clean, B50 siap diluncurkan secara resmi pada semester kedua 2026.
B50 Uji Coba Keempat, Bahlil Pede Bisa Hentikan Impor Solar
Diskusi pembaca untuk berita ini