Banten, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Provinsi Banten hanya bisa gigit jari sampai saat ini. Dimana harga sawit di provinsi lain meroket, harga sawit di Banten masih menjadi paling rendah.

Harga sawit di provinsi berjuluk Tanah Jawara itu hanya di beli Rp2.300/kg. Padahal daerah lain harganya sudah di atas Rp3.000/kg. Malah harga sawit plasma di Sumbar berada diatas angka Rp4.000/kg Minggu ini.

"Harga disini masih rendah, tentu kita berharap ada regulasi dan terobosan agar harga TBS kelapa sawit Banten bergerak naik," ujar Ketua Apkasindo Banten, Wawan saat berbincang dengan elaeis.co, Minggu (5/4).

Haji Wawan begitu sapaan akrabnya menjelaskan, sejati pemerintah provinsi Banten telah berupaya untuk meningkatkan harga kelapa sawit melalui pola penetapan harga di Dinas Perkebunan Banten. Sayangnya, rapat penetapan yang seyogyanya dilakukan tiap pekan sekali itu belum dapat dilaksanakan lantaran perusahaan yang beroperasi di Banten belum semua mau ikut aturan yang ada.

"Sampai saat ini belum terlaksana. Padahal ini langkah yang tepat seperti yang dilakukan di daerah lain," ujarnya.

Kata Haji Wawan, saat ini regulasi itu masih dalam tahap sosialisasi kepada seluruh pihak terkait. Mulai dari petani hingga perusahaan atau pabrik kelapa sawit (PKS).

"Kita berharap petani sawit di Banten semakin sejahtera dengan hasil kebun yang dibeli dengan harga yang lebih tinggi," tandasnya.