Tana Paser, elaeis.co - Kelapa sawit saat ini menjadi komoditas primadona bagi masyarakat Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Selain budidaya yang tergolong mudah dibanding komoditas lain, sawit juga dianggap menjanjikan masa depan karena hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang.
"Sawit bisa diolah menjadi ratusan produk, diantaranya minyak goreng, sabun, sampai bahan bakar biodiesel. Itulah sebabnya petani yakin sawit menjanjikan masa depan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana, belum lama ini.
Provinsi Kalimantan Timur memiliki areal kebun sawit seluas sekitar 1,4 juta hektar dan menduduki urutan kelima kebun sawit terluas di Indonesia. Di Paser sendiri, luas perkebunan kelapa sawit mencapai 201.168,42 hektar dan masih berpotensi bertambah luas.
"Potensi kebun sawit Kabupaten Paser sangat besar. Namun para petani swadaya masih terbelit sejumlah permasalahan yang cukup mempengaruhi penghasilan mereka. Seperti jarak tempuh yang jauh, tandan buah segar (TBS) rentan busuk karena terlambat sampai di pabrik, dan permainan harga," ungkapnya.
Menurutnya, umur simpan maksimum TBS hanya 24 jam. Untuk menyiasati agar tidak keburu busuk sebelum sampai di pabrik, beberapa petani memanen TBS yang belum matang atau masih muda. Akibatnya TBS dibeli murah atau bahkan ditolak oleh pabrik sawit. "Ini tentu berimbas pada pendapatan petani," ujarnya.
Untuk mengatasi masalah itu, menurutnya, petani sawit harus bisa mengolah sendiri hasil panen di kebunnya. "Kami mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang melaksanakan workshop dan sosialisasi pengolahan buah sawit menjadi Pra-CPO baru-baru ini. Apa yang disampaikan pada kegiatan itu bisa menjadi solusi dan meningkatkan daya tawar petani swadaya," tukasnya.
Agar para petani swadaya bisa mengolah sendiri TBS di sekitar perkebunan mereka, Adi berharap BPDPKS membantu memfasilitasi pengadaan alat pengolahan sawit mini berkapasitas olah 500 sampai 700 kilogram TBS per jam. "Sehingga hasil panen mereka tidak sampai busuk karena terlambat sampai di pabrik," harapnya.
"Semoga semua stakeholder membantu para petani swadaya di Paser sehingga hasil panennya meningkat dan pada akhirnya berdampak pada meningkatnya pendapatan mereka," imbuhnya.
BPDPKS Diharap Bantu Pengadaan Pabrik Sawit Mini
Diskusi pembaca untuk berita ini