Acara ditutup dengan peluncuran buku hasil kolaborasi dosen STP dan BPDP, yang diharapkan menjadi panduan praktis bagi pelaku usaha kuliner.
Buku ini tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, dengan konsep olahan sawit ramah lingkungan dan kaya gizi.
Ketua Panitia, Dr. Yuviani Kusumawardhani, berharap kegiatan ini menjadi gerakan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat melihat sawit dari perspektif baru yakni bukan sekadar komoditas ekspor, tapi bahan kuliner kreatif yang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Dengan workshop ini, STP Bogor menegaskan posisinya sebagai pionir pendidikan vokasi di bidang pariwisata dan kuliner.
Melalui inovasi, kreativitas, dan kolaborasi dengan UMKM, sawit siap menjadi bahan kuliner yang tidak hanya lezat dan bergizi, tapi juga mampu mencuri perhatian publik dan menjadi tren kuliner viral di Indonesia.
Dari Gyoza sampai Kopi Klepon, STP Bogor Bocorkan Trik Sawit Jadi Kuliner Viral
Diskusi pembaca untuk berita ini