Padang, elaeis.co - Trend penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi sejak beberapa hari belakangan ini sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.
"Terutama bagi anggota masyarakat yang menggantungkan sumber ekonominya dari sektor yang satu ini," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumbar, Bambang Wiguritno.
"Harga crude palm oil (CPO) di pasar global memang sedang turun, ya, antara lain berimbas pada harga TBS sawit, yang juga ikut turun," ungkap Bambang.
Kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Selasa (21/3), Bambang mengatakan trend penurunan harga TBS sawit sebagai sesuatu yang lumrah terjadi. "Pada waktunya akan terjadi kenaikan," ungkapnya.
Tambahan lagi, menurut Bambang, penurunannya tidak termasuk angka yang terlalu tajam.
Ditanya kenapa terjadi penurunan harga TBS sawit di saat permintaan pasar terhadap produk kelapa sawit meningkat menjelang puasa Ramadhan, "Itu 'kan untuk kebutuhan domestik," sebut Bambang.
Kendati mau memasuki Ramadhan, selanjutnya disambung dengan Hari Raya Idul Fitri, Bambang wanti-wanti untuk tidak terlalu mencemaskan harga TBS sawit, yang sejak beberapa waktu belakangan mengalami trend penurunan.
Gapki Sumbar: Trend Harga TBS Sawit Turun Tidak Perlu Dikhawatirkan
Diskusi pembaca untuk berita ini