Gorontalo, elaeis.co – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Gorontalo periode Agustus 2026 mencapai level tertinggi Rp3.202 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk tanaman berusia 10–20 tahun.

Penetapan harga TBS ini menjadi kabar positif bagi pekebun karena nilai jual sawit di tingkat TBS berada di atas Rp3.000 per kilogram untuk tanaman yang sudah memasuki usia produktif.

Harga tersebut ditetapkan berdasarkan komponen harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), harga inti sawit (kernel) dan indeks K.

Dinas Pertanian Gorontalo menetapkan harga CPO sebesar Rp15.102 per kilogram, sedangkan harga inti sawit berada di level Rp12.025 per kilogram. Adapun indeks K ditetapkan sebesar 83,74%.

Besaran harga TBS kemudian dibedakan berdasarkan umur tanaman. Berikut rincian harga TBS sawit Gorontalo periode Agustus 2026:

- Usia 3 tahun: Rp2.223/kg
- Usia 4 tahun: Rp2.399/kg
- Usia 5 tahun: Rp2.613/kg
- Usia 6 tahun: Rp2.861/kg
- Usia 7 tahun: Rp3.012/kg
- Usia 8 tahun: Rp3.125/kg
- Usia 9 tahun: Rp3.172/kg
- Usia 10–20 tahun: Rp3.202/kg

Dari daftar tersebut terlihat pola kenaikan harga seiring bertambahnya umur tanaman. TBS dari tanaman usia 3 tahun berada di level Rp2.223 per kilogram, sementara tanaman usia 10–20 tahun mencapai Rp3.202 per kilogram.

Artinya, terdapat selisih Rp979 per kilogram antara harga terendah dan tertinggi dalam daftar tersebut.

Harga TBS tidak ditentukan secara terpisah. Nilainya berkaitan dengan harga CPO dan inti sawit yang menjadi komponen dalam perhitungan harga.

Dalam periode Agustus 2026, harga CPO Gorontalo ditetapkan Rp15.102 per kilogram. Sementara harga inti sawit mencapai Rp12.025 per kilogram.

Indeks K yang berada di level 83,74% juga menjadi bagian penting dalam perhitungan harga TBS. Besaran indeks ini pada dasarnya menggambarkan persentase nilai yang menjadi dasar pembagian hasil dari pengolahan TBS.