Merauke, elaeis.co - Gubernut Papua Selatan, Apolo Safanpo, menerima kedatangan Pengurus Koperasi Inggyash Ghuzi dan 9 ketua marga pada Jumat (2/5).
Kedatangan pihak koperasi meminta restu rencana pembangunan kebun plasma seluas 4.600 hektar di Kampung Selil, Distri Ulilin.
Pihak koperasi datang didampingi PT Bina Papua Luhurkarya, yang telah ditunjuk sebagai pendamping pembangunan kebun kelapa sawit plasma untuk masyarakat.
Kedatangan pengurus koperasi dan para ketua marga, meliputi marga Koula, Maikuin, Gakwin, Basikwin, Doikuin, Mahuze, Kaize, Basik-Basik dan Mahuze Milafo.
Ketua Koperasi Inggyash Ghuzi yang juga merupakan Ketua Marga Kola, Ricard Nosai Koula menyampaikan bahwa pembangunan kebun plasma ini merupakan keinginan masyarakat 9 marga sejak lama.
Namun baru bisa terealisasi dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karena dapat penghasilan dari kebun sawit nantinya.
“Saya sangat berharap kebun ini segera dapat terwujud, agar ada penghasilan yang tetap untuk keluarga kami. Karena itu kita memintah dukungan, pembinaan dan arahan dari Pak Gubernur agar pembangunan kebun ini nantinya berjalan lancar,” kata Ricard.
Hal ini juga diamini Isak Takoi Mahuze, Ketua II Koperasi Inggyash Ghuzi, bahwa masyarakat sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Papua Agro Lestari yang telah memberikan 20% dari lahan Koperasi Inggyash Ghuzi untuk kebun plasma milik 9 marga.
“Koperasi juga berharap pengajuan HGU segera diterbitkan Menteri ATR/BPN, agar pembangunan kebun plasma ini secepatnya dapat terlaksana, karena hampir sudah 10 tahun masyarakat menunggu hadirnya kebun plasma ini," kata Isak.
Hal senada juga disampaikan Ketua Marga Maikuin, Louis Walter Maikuin, dan Ketua Marga Kaize, Marten Mbem Kaize, bahwa dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan, pembangunan kebun ini dapat terlaksana dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kesediaan Pak Gubernur menerima kami. Kita yakin dengan dukungan, arahan dan bimbingan dari Pak Gubernur, masyarakat akan mendapatkan manfaat ekonomi jika kebun ini dibangun. Kami ingin anak-anak kami dapat sekolah dengan baik dan menjadi orang pintar. Ini bisa terlaksana kalau ada peningkatan ekonomi di masyarakat 9 marga,” imbuh Louis.
Guburnur Apolo pun menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembangunan kebun plasma tersebut. Apalagi, menurutnya, hal itu ejalan dengan asta cita pemerintah pusat untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui Koperasi desa Merah Putih
“Pada prinsipnya tujuan pemerintah adalah untuk mensejahterakan rakyat. Jadi apa yang dilakukan Koperasi Inggyash Ghuzi dan 9 marga ini, patut menjadi contoh untuk kampung-kampung lain yang berbatasan dengan perkebunan sawit. Sebab, setiap perusahaan perkebunan wajib hukumnya menyediakan 20% arealnya untuk kebun plasma masyarakat, jika tidak maka perusahaan dinyatakan melanggar hukum,” kata Apolo.
Apolo juga memastikan bahwa pihaknya akan terus mendorong adanya Koperasi Desa Merah Putih di setiap kampung di Papua Selatan sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025,
"Jadi apa yang dilakukan Koperasi Inggyash Ghuzi, sangat kita dukung. Apalagi ini merupakan bagian dari asta cita Pak Presiden," pungkasnya.
Keinginan 9 Ketua Marga Punya Kebun Plasma Bakal Segera Terwujud
Diskusi pembaca untuk berita ini