Dewandaru 

Kekuatan Merk Perorangan

  • Reporter Aziz
  • 17 November 2021
Kekuatan Merk Perorangan
Wayan Supadno. foto: ist

Merk perorangan atau umumnya disebut "nama baik". Memilki kekuatan paling dahsyat dibandingkan apapun juga yang ada pada sumber daya, baik daya manusia dan daya alam.

Begitulah kalimat pada rangkuman singkat pada sebuah buku karangan filsuf dari negara timur tengah. Mengajarkan betapa susungguhnya sangat bernilai arti dari insan.

Membekali diri ilmu pengetahuan, teknologi hingga bergelar lalu berpangkat jabatan. Termasuk hingga punya harta banyak sarana memberdayakan dirinya agar hidupnya bermanfaat bagi masyarakat luas. 

Bahkan termasuk hingga dapat gelar predikat terhormat non formal karena suri tauladannya atau temuannya yang baru (inovasi). 

Baca juga: Jadi Rebutan, Sawit Mahal

Predikat yang didapat dari masyarakat luas itu sesungguhnya sebab akibat dari "merk perorangan".

Prosesi saat masih jadi janin di dalam kandungan Ibunda sering kali mengelus-elus perut, saat menyusui dan seterusnya selalu ucapannya sama;  jadi "Insan Bermanfaat/Berguna". 

Proses membangun "merk perorangan" adalah pekerjaan tiada akhir sepanjang kehidupan ini. Hingga sudah tiadapun (mati) karena merk perorangan terpatri diingatan masayarakat luas. Tetap hidup sepanjang kehidupan.

Jika ada yang merendahkan, justru masyarakat luas yang tidak terima. Begitu juga sebaliknya, banyak masyarakat dunia jadi penikmat "merk perorangan " yang sudah tiada ratusan tahun lalu. 

Misal untuk mengantar dirinya agar sukses baik lewat usaha maupun politik dan lainnya.

Pada buku tersebut yang merupakan hadiah ultah saya ke 23 tahun pemberian dari "Guru sekaligus Pimpinan"  kebetulan orang bule. Saat saya masih kerja di perusahaan farmasi asing (Inggris) 31 tahun silam.  

Terasa sekali, bahwa saya banyak dibangun olehnya. Improvisasi mental maupun intelektual. Berjasa besar dalam pewarnaan hidup saya, terima kasih Pak Guru/Pimpinanku. Salam hormat, di manapun berada.

Bunyinya di dalam penutup buku; "Agar gigih ulet membangun nama baik melalui mutu kita. Karakater maupun kapasitas pola pikir misalnya. Agar jadi manusia terpercaya. Agar makin bermanfaat luas bagi orang lain jangka waktu lama, jauh lebih lama dari usia kita ".

Sehingga beliau saat ada kejadian dirasa kurang berkenan terhadap pekerjaan orang-orang di sekitarnya, staf atau karyawan misalnya. 

Hanya berkata "Jaga Merkmu". Merkmu adalah pengantar ke masa depanmu. Masa depanmu tergantung merk peroranganmu. Itu saat menegur marah.



 

Editor: Abdul Aziz