Jakarta, elaeis.co - Perkebunan kelapa sawit dinilai sangat berdampak pada daerah pelosok yang bisa dikatakan terisolasi. Sebab, kebun sawit justru membuka daerah tersebut.
Seperti yang disampaikan Ketua Umum Aspekpir, Setiyono, saat berbincang bersama elaeis.co, Senin (27/4). Dari pengamatannya hingga saat ini banyak wilayah terisolasi terbuka aksesnya akibat kebun kelapa sawit.
"Artinya ada dampak positif dari segi wilayah pelosok tadi," katanya.
Tidak sampai di situ, menurut Setiyono, sektor perkebunan ekonomi juga turut menggerakkan roda ekonomi di daerah pelosok tersebut. Sehingga hal ini masuk dalam visi-misi yang tengah diprogramkan Aspekpir.
Menurutnya, perkebunan pola PIR sangat potensial untuk menjamin kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam sektor kelapa sawit. Jika kesejahteraan petani sudah terjamin, maka jumlah kemiskinan akan berkurang.
"Lalu lapangan pekerjaan juga akan timbul. Akhirnya berdampak pada seluruh perkembangan sosial ekonominya. Sehingga daerah akan lebih maju, terutama yang terisolasi tadi," paparnya.
Pemikiran Setiyono juga senada dengan pendapat Prof. Hayashida, yang merupakan peneliti asal Jepang dari Doshisha University. Ia mengatakan kelapa sawit memberikan dampak luas bagi daerah dan masyarakatnya.
Malah tiap tahun, Hayashida menyempatkan diri untuk melihat perkembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Ia menyebut dampak yang nyata dari perkebunan sawit, di antaranya membuka isolasi dan meningkatkan ekonomi. Penelitian ini telah ia lakukan sejak 2008 silam.
"Setiap tahun saya datang ke Indonesia, khususnya ke Kalbar untuk melihat dampak perkebunan sawit terhadap ekonomi, sosial dan peranan negara," terangnya.
Ketua Aspekpir Sebut Sawit Buka dan Gerakkan Perekonomian Daerah Terisolasi
Diskusi pembaca untuk berita ini