Bengkulu, elaeis.co - Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful, mengatakan petani sawit di daerah itu  kontribusinya tertinggi kedua setelah ASN (aparatur sipil negara) sebagai  unsur penggerak perekonomian daerah.

"Petani sawit kontribusinya tertinggi kedua setelah ASN (aparatur sipil negara)," kata Yenita kepada elaeis.co, Kamis (20/4) kemarin.

Yenita menyebut contoh menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah ini, kontribusi petani sawit di daerah yang membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan mencapai 25 persen dari berbagai lapisan masyarakat.

"Tingkat konsumsi petani sawit cukup tinggi ketika harga jual TBS sawit juga tinggi. Sebaliknya, ketika harga rendah, banyak petani sawit menunda belanjanya," katanya lagi.

Sementara ASN, menurut Yenita, pada momentum lebaran saat ini hanya mengandalkan tunjangan hari raya (THR).

Dikatakan, pada tingkat harga saat ini sebesar Rp2.000 per kilogram, petani masih cukup terbantu untuk membeli kebutuhan seperti baju lebaran, daging ataupun untuk mudik, dan biaya keperluan untuk berlebaran lainnya.

"Sementara ASN, ketika tidak ada THR, maka akan cukup sulit untuk berbelanja mengingat ada kebutuhan kredit yang dilakukan hampir merata," imbuhnya.

Pemerintah pun mengapresiasi perusahaan di daerah yang turut memenuhi hak pembayaran THR bagi karyawannya. 

Dengan keterlibatan petani sawit di daerah, perputaran uang dapat menopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.

"Jika ditaksir, pertumbuhan ekonomi pada lebaran ini cukup tinggi, bisa di angka 5 persen di banding dengan bulan sebelumnya," kata Yenita.