Bengkulu, elaeis.co - Pemerintah Provinsi Bengkulu diminta membatasi pembukaan lahan untuk kebun kelapa sawit baru di daerah.
Aktivis lingkungan Bengkulu, Ali Akbar mengatakan, pembukaan lahan kelapa sawit secara masif akan memicu bencana alam. Karena pembukaan lahan kelapa sawit selalu diikuti pembabatan hutan. Dan jika itu terus dilakukan maka penurunan fungsi hutan akan terjadi.
"Penurunan fungsi hutan akan memberi dampak pada berbagai bencana, seperti kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, pemanasan global serta berbagai bencana alam lainnya," kata Ali, kemarin.
"Pemberian izin pembukaan lahan sawit baru harus dibatasi. Jika tidak ada kebijakan khusus, maka habis hutan kita jadi lahan kelapa sawit semua," tambahnya.
Menurut Ali, wilayah Bengkulu yang hampir habis hutannya karena telah ditanami kelapa sawit yakni Kabupaten Mukomuko. Daerah ini hampir 75 persen sudah ditanami kelapa sawit.
"Kita tidak ingin daerah lain di Bengkulu juga mengalami hal yangg sama. Kalau terus ditanam, maka seluruh daerah di Bengkulu nanti akan penuh pohon kelapa sawit," ujarnya.
Dia tidak bermaksud melarang petani untuk menanam kelapa sawit, namun menolak pembukaan lahan baru.
"Apalagi jika dilakukan di kawasan hutan lindung. Itu akan menjadi malapetaka bagi daerah," tandasnya.
Pemerintah Harus Batasi Pembukaan Lahan untuk Kebun Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini