Serba-Serbi 

Pencari Brondolan Sawit Ditembak Karena Dikira Babi

Pencari Brondolan Sawit Ditembak Karena Dikira Babi
Ilustrasi (Int.)

Jakarta, Elaeis.co - Seorang petani berinisial JS (40) yang sedang berburu babi tanpa sengaja menembak seorang perempuan berinisial RM (58). Perempuan yang sedang mencari brondolan sawit di Perkebunan Kelapa Sawit, Desa Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, itu dikira seekor babi.

Kapolsek Pulo Raja, AKP Maralidang Harahap mengatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku sedang berburu babi dengan senapan angin, Jumat lalu.

Sekitar pukul 17.00 WIB, JS mengaku melihat babi lalu mengarahkan bidikannya ke hewan yang menjadi hama di perkebunan sawit itu.

"Pada sore itu ya biasalah berburu babi. Pengakuan ke kita, yang dilihatnya satu ekor babi, ya ditembaknya. Setelah ditembak terdengar dia suara jeritan orang," katanya, dikutip Kompas.com, Minggu (26/9/2021).

JS yang terkejut dengan jeritan orang, mendatangi asal suara dan melihat RM berdarah dan telungkup terkena tembakan. Korban kena pada bagian punggung kiri.

Pelaku kemudian mencoba menolong dengan menelentangkannya. JS kemudian bergegas ke kampung yang jaraknya sekitar 2 km dari lokasi untuk memberitahu masyarakat tentang yang terjadi.

"Pelaku tak sanggup mengangkat karena dia kan cacat kakinya, makanya dia ke kampung memberitahu masyarakat dan untuk menolongnya," katanya.

Dikatakannya, pelaku dan korban saling kenal.

Sebelum menikah, RM tinggal di Desa Alang Bonbon dan setelah menikah pindah ke desa lain tapi masih di Kecamatan Aek Luasan, Asahan.

Sempat dibawa ke RS Abdul Mannan Kisaran, korban lalu dipindah ke RS Medistra di Lubuk Pakam.

"Pelurunya, jenis mirip senapan angin cuman kalibernya tinggi 9 mm. Lebih besar dari pada yang biasa digunakan untuk menembak burung," katanya.

Pelaku membuat peluru sendiri dengan meleburkan timah atau tembaga kemudian memasukkannya ke dalam cetakan sehingga bentuknya hampir menyerupai peluru senjata revolver milik anggota Polri.

"Cuman yang dibuatnya ini gak ada selongsong," katanya.

JS disebut warga setempat memang jago menembak babi dan menjual hasil buruannya sebagai tambahan pemasukan.

Kepada polisi, JS mengaku yakin saat itu yang dia tembak adalah babi. Dia menembak dari jarak 20-30 meter.

"Yakin pak. Kalau enggak, enggak mungkin lah manusia kutembak. Jangankan manusia, kambing pun, punya tetangga enggak mungkin ditembak," kata dia menirukan ucapan tersangka.

Saat ini, JS ditahan di Polsek Pulo Raja dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga mengaku sangat menyesali kelalaiannya.

"Kita kenakan pasal 360 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun dan juga UU Darurat RI No. 12/1951, kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman penjara paling tinggi 10 tahun. Kita juga sudah periksa sekitar 6 orang," katanya. 


 

Editor: Rizal