Khusus di Riau, kata Patricio, produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pekebun swadaya tercatat rata-rata sebesar 14,8 ton/ha/tahun. Jumlah ini baru mencapai 49 persen dari potensi yang bisa dihasilkan. 

"Jadi masih ada potensi perbaikan," kata dia. 

Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab rendahnya produktivitas kelapa sawit di pekebun swadaya. Salah satunya ada kurangnya nutrisi yang diterima oleh tanaman pekebun swadaya. 

"Praktik agronomi saat ini, seperti interval panen yang panjang, penerapan pupuk yang tidak mencukupi dan tidak seimbang, pemangkasan dan pengendalian gulma yang buruk, serta penggunaan bahan tanam yang tidak baik, merupakan penyebab utama dari rendahnya produksi minyak kelapa sawit," kata dia.