Medan, elaeis.co - Sedikitnya 28 ton lidi sawit dilepas ekpor menuju China okeh Aspek-Pir dan didukung Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP). Dimana lidi tersebut diekspor melalui PT Arra Setya Abadi pada 17 Juni 2026 kemarin.
Dijelaskan Ketua Umum Aspek-Pir, Setiyono, lidi sawit tersebut hasil dari pengumpulan petani kelapa sawit yang bergabung dalam sebuah koperasi yang dipayungi oleh Aspek-Pir. Dimana lidi itu dihasilkan dari program pemberdayaan UMKM.
"Ini hasil dari program UMKM di 7 koperasi yang merupakan anggota Aspek-Pir. Tujuh koperasi itu sendiri seluruhnya beranggota 2.800 orang, artinya ini bermanfaat bagi anggota," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (22/6).
Menurutnya, ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Untuk itu pihaknya berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan.
Sementara itu, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat mengungkapkan bahwa pihaknya sudah sejak 2024 telah bekerjasama dengan Aspek-Pir untuk mensosialisasikan nilai ekonomi lidi sawit. Dimana nilai tambah lidi sawit itu telah digaungkan pada petani kelapa sawit di Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat.
"Lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi. Mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. Untuk itu BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi upaya petani untuk menambah penghasilannya dengan pemanfaatan lidi sawit," ujarnya.
Sementara, keberhasilan ekspor perdana lidi sawit ini menurutnya sejalan dengan visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden. Terutama dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau. Lalu juga memperluas kesempatan kerja berkualitas dengan kewirausahaan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Perdana, 28 Ton Lidi Sawit Diekspor Aspek-Pir dan BPDP ke China
Diskusi pembaca untuk berita ini