ADA juga mitos lain yang menyebutkan bahwa kontribusi minyak sawit dalam energi global dinilai tidak tergolong signifikan.

Sementara faktanya adalah, selain menghasilkan bahan pangan global, industri sawit juga menghasilkan bahan baku energi baru dan terbarukan (renewable energy).

Bagi masyarakat dunia, renewable energy yang dihasilkan dari industri sawit mencakup (1). Energi terbarukan generasi pertama (first generation energy renewable) yang merupakan hasil olahan minyak sawit (CPO-CPKO) seperti biodiesel/FAME, green diesel, green gasoline, green avtur; (2). Energi terbarukan generasi kedua (second generation energy renewable) yang merupakan hasil dalam biomasa sawit (tandan kosong, pelepah, cangkang, serat) seperti biothanol, biopellet, briket arang, biocoal, biogas, biolistrik.

Selanjutnya, (3). Energi terbarukan generasi ketiga (third generation renewable energy), merupakan hasil olahan dari limbah cair Palm Oil Effluent/POME menghasilkan biogas (dengan teknologi methanol capture) dan biodiesel algae (dengan teknologi kolam algae).

Renewable energy berbasis sawit seperti biodiesel/FAME dan bio-coal sudah banyak digunakan di berbagai negara. Produk renewable energy generasi pertama lainnya seperti greenfuel sawit (green diesel, green  gesoline dan green avtur) sedang dikembangkan di Indonesia. Sementara itu, produk renewable energy generasi kedua dan generasi ketiga (biogas) umumnya sudah digunakan pada tingkat lokal.

Minyak sawit memiliki peran penting dalam industri biodiesel global. Volume penggunaan minyak sawit pada industri biodiesel dunia meningkat dari 3.9 juta ton tahun 2011 menjadi 15.2 juta ton pada tahun 2021.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia juga mengolah minyak sawit menjadi biodiesel (faty acid methyl estes/FAME). Bahkan Indonesia menjadi produsen biodiesel berbasis minyak sawit terbesar di dunia atau produsen biodiesel kedua terbesar dunia dengan pangsa 17 persen setelah Amerika Serikat dengan biodiesel kedelainya.

Dalam periode tahun 2011-2021, produksi biodiesel Indonesia meningkat dari 243 ribu kiloliter menjadi 8.9 juta kiloliter. Pengembangan biodiesel di Indonesia utamanya untuk konsumsi domestik dan sisanya diekspor.

Uraian di atas menunjukkan bahwa industri sawit berkontribusi dalam penyediaan energi global, baik sebagai bahan baku maupun sebagai produk akhir. Potensi bahan baku energi dari minyak sawit yang belum dimanfaatkan masih cukup besar.
(sumber: Buku Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global Edisi Keempat, PASPI 2023/bersambung)