Rengat, elaeis.co - Aktivitas PT Bukit Betabu Sei Indah (BBSI) yang bergerak di bidang tanaman akasia di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kembali dihadang oleh puluhan petani kelapa sawit asal Kecamatan Rakit Kulim, Selasa (28/3) kemarin.

Sikap itu dilakukan petani karena dikhawatirkan aktivitas korporasi bakal mengenai tanaman 'buah emas', seperti yang dialami oleh warga Desa Talang Bersemi, Talang Mulia di Kecamatan Batang Cenaku.

Pantauan elaeis.co, aksi pencegahan itu dipimpin langsung oleh Eko Irmawan, selaku Kepala Desa Sei Ekok, dan didampingi oleh Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Gilung, beserta anggota dewan wakil rakyat daerah dari Dapil II, Sugeng Riono. 

Menurut Sugeng, masyarakat telah duduk bersama dengan perwakilan manajemen PT BBSI, Johan Siahaan, selaku Humas, yang berjanji tidak melakukan pengrusakan kebun kelapa sawit petani seperti yang terjadi di Desa Talang Bersemi beberapa hari lalu. 

"Mereka tidak menyentuh kebun sawit petani, areal yang dikerjakan itu sesuai dengan rencana kerja tahunan (RKT) yang diberikan pemerintah. Meskipun begitu besok pengoperasian alat berat tidak dilanjutkan lagi," katanya. 

Sugeng meminta kepada warga yang terlanjur berkebun di dalam areal konsesi izin PT BBSI agar mengumpulkan data hak kepemilikan lahan supaya nantinya bisa ditindaklanjuti lembaga DPRD, dan Pemda Inhu. 

Terpisah, Eko Irmawan, Kepala Desa Sei Ekok, menyampaikan hasil mediasi pihak korporasi tidak akan melakukan penebangan kelapa sawit. Mereka hanya melaksanakan pembersihan, dan penanaman akasia seluas 3,9 hektar. 

"Mereka melakukan pembersihan di Daerah Aliran Sungai (DAS) saja, tepatnya di perbatasan kebun kelapa sawit milik warga," sebutnya.

Pihaknya berharap, konflik lahan antara masyarakat dan PT BBSI segera diselesaikan oleh pemerintah, sehingga nantinya tidak ada gejolak yang dikhawatirkan akan pecah sewaktu-waktu.

"Besok (hari ini - Red) kami perwakilan masyarakat dan perusahaan akan mediasi di Kantor Bupati, semoga ada penyelesaian sehingga tidak timbul gejolak berkepanjangan," pungkasnya.