Rengat, elaeis.co - Ratusan masyarakat Dusun Talang Tanjung, Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menggelar aksi penguasaan lahan kebun kelapa sawit seluas 368 hektar yang sebelumnya terjadi saling klaim dengan PT Seberida Subur (SS).
Dalam aksi itu, petani yang tergabung dalam Koperasi Siambul Abadi sempat tersulut emosi lantaran ada oknum yang diduga berusaha menghalang-halangi upaya tersebut. Kecurigaan itu mendasar lantaran terjadi pemutusan akses badan jalan menuju kebun masyarakat.
"Pengukuran dan pematokan lahan dasarnya yakni Sporadik pemerintah desa, kenapa kami dihalang-halangi oleh segerombolan orang perwakilan PT SSS," kata Arbain, selaku kuasa hukum masyarakat Desa Siambul kepada elaeis.co, Sabtu (2/12).
Persoalan lahan ini, lanjutnya, diawasi oleh pihak PTPN V, sebab korporasi anak PT Duta Palma Group, PT Seberida Subur tersangkut kasus korupsi yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
"Seharusnya PTPN V yang menjumpai kami, bukan eks PT SS. Aneh, ini tanda tanya besar bagi kami semua. Aksi ini terjadi karena warga jenuh menunggu penyerahan lahan kepada alas hak kepemilikan yang sah," paparnya.
Dia menyampaikan bahwa penantian pekebun terhadap kebunnya itu cukup lama untuk didapat, yakni 10 tahun. "Dan sekarang kami minta apa yang menjadi hak kami," ungkapnya.
Terpisah, Arya Sitepu, selaku Humas PT SS, membenarkan bahwa adanya masyarakat yang melakukan aksi penguasaan lahan. "Kami tidak melarang penguasaan lahan tersebut, namun persolan ini kan masih berproses," terangnya.
"Posisi kami di lapangan saat itu diperintahkan legal untuk mengambil video aksi masyarakat, dan selanjutnya menjadi laporan kami kepada pimpinan. Intinya kami tidak ingin terjadi bentrok di lokasi," jelasnya.
Sebelumnya, salah seorang eks Karyawan PT Sebrida Subur (PT SS), inisial S kepada media mengungkapkan, bahwa dirinya mengetahui secara pasti jika lahan seluas 368 ha ditanami kelapa sawit oleh pihak perusahaan sudah tak dikelola lagi. Bahkan, menurut dia, lahan itu sudah terbengkalai sejak beberapa tahun silam.
”Kebun itu sudah ditinggalkan dan tidak dikerjakan oleh perusahaan kurang lebih 10 tahun,” ungkapnya.
Petani Siambul Lakukan Aksi Penguasaan Lahan Anak Perusahan PT Duta Palma
Diskusi pembaca untuk berita ini