Jakarta, elaeis.co – PPKS mengingatkan petani agar tak tertipu kecambah sawit palsu yang beredar di e-commerce. Produk asli PPKS tidak pernah dijual online dan hanya tersedia lewat jalur resmi.

Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemudahan transaksi online kini merambah ke berbagai sektor, termasuk pertanian. Namun, kemajuan ini juga membuka celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. 

Salah satunya adalah peredaran kecambah kelapa sawit ilegal yang kini marak dijual di situs e-commerce populer seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjual kecambah sawit melalui platform daring mana pun. Meski begitu, sejumlah penjual nekat mencantumkan nama dan logo PPKS pada iklan produk mereka untuk menarik minat pembeli. 

Banyak dari iklan tersebut menggunakan foto dan deskripsi yang meniru varietas asli produksi PPKS, bahkan mencantumkan klaim palsu seperti “Kecambah Sawit PPKS DxP Original” yang sejatinya tidak pernah diproduksi oleh lembaga tersebut.

Menurut PPKS, kecambah sawit palsu ini kerap dikemas menggunakan kemasan tiruan yang sudah lama tidak digunakan lagi, dan dijual dengan janji kualitas unggul serta sertifikat resmi. 

Padahal, kemasan asli PPKS memiliki ciri khusus dan hanya didistribusikan lewat jalur resmi yang telah ditetapkan. Penjualan ilegal ini bukan hanya merugikan petani yang tertipu, tetapi juga mencoreng reputasi PPKS sebagai produsen kecambah sawit bersertifikat nasional.

PPKS mengingatkan calon pembeli agar berhati-hati terhadap penawaran online yang mengatasnamakan lembaganya. Pembelian kecambah sawit resmi hanya dapat dilakukan melalui kantor pusat PPKS Medan dan Marihat, kantor cabang, outlet resmi, atau melalui program Prowitra (Program Sawit untuk Rakyat).

Guna mengantisipasi maraknya penipuan digital, PPKS mengembangkan situs belanja online resmi yang aman dan terverifikasi, agar petani bisa mendapatkan kecambah asli tanpa khawatir tertipu. Selain itu, masyarakat juga dapat memverifikasi keaslian kecambah PPKS melalui video panduan dan tautan resmi di situs www.iopri.org.

“Petani jangan tergiur harga murah atau embel-embel sertifikat palsu. Pastikan pembelian hanya lewat jalur resmi PPKS,” tegas pihak lembaga tersebut.

Dengan kewaspadaan dan literasi digital yang lebih baik, diharapkan petani sawit tidak lagi terjebak dalam praktik curang yang merugikan. Kecambah palsu bukan hanya gagal tumbuh optimal, tapi juga bisa mengancam keberlanjutan produksi sawit nasional.